Sunday, November 2, 2014

Things I Tell My Students

"Always be skeptical. Never trust a person easily. Especially me."

"Understand. Don't memorize."

"Laugh."

"Be the last to lose your temper. Because when you do, you lose."

"Deactivate your Ask.fm account. Register for Quora instead."

"Be addicted to 2 things at once. Or to nothing at all."

"Always have a Plan B."

"Never rely on something. The moment you capitalize on it, your life depends on it."

"Always have options."

"Be fashionable. But be classy, not slutty."

ah and several others. might update this one l8r.

anada quick one

Have you ever wondered why God created sadness?
Why didn't He create a body, a soul, an entity who is immune to this feeling of sadness?
Why can't we all just.. be happy? For all the time?

Maybe, just maybe, the answer is, so that we don't take happiness for granted. So that we can appreciate happiness more.

Tuesday, September 16, 2014

gonna thro this one in for quickz

watch your words :

"thanksalot, bro/sis!" <- ok
"loe membantu banget" <- ok
"loe pinter/pandai/pro banget" <- also ok
"senang banget deh punya teman kayak loe" <- still ok
"ga sia2 gue berteman sama loe" <- you feel it?

Monday, August 11, 2014

pinjam. sebentar. aja.

1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id/)
2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarship
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id/)
7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349)
9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)
10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx)
11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship)
12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html)
17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/)
19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx?cid=97&id=1422)
21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)
23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/)
24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com/)
25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)
26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)
27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)
29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application)
30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl%3A%2F%2Fc28c70fde436815fcff1257ef5982a08)
33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
36. Inpex Scholarship Foundation Japan (http://www.inpex-s.com/application.html)
37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)
38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarships/)

Thursday, August 7, 2014

Sometimes Imaginations Run Wild

"Eh, what the hack," so I thought.
Blogger would seem to be the best place for me to rant.
I mean, these words would need a channel for me to vent.
And it's not like there's enough traffic here to create a controversy anyways.


So, well, here we go :

1. Sometimes, imaginations run wild.

But this time, it came from a memory. I reminisced the time when Mom and Pops were preaching us children.
"Women shouldn't be cheap."
"Even worse, women shouldn't appear cheap."
"No matter how deeply in love you are with him, never text him first."
"Always be the first to hang the phone up."
"Never be the one to call him."
"For your worth should appear as high as possible to him."
"For you shouldn't look cheap in front of him."

I said to myself "lol tough luck dad, mom; that challenge would be too much for me I'd rather stay single."
I thought "What if I am the expensive one? Shouldn't it be the other way round now?"

Imaginations run wild.
In the distant future, a father is seen talking to his adopted daughter. He told his daughter those exact same words.
"What about you, Dad? How are you going to respond to a girl if she behaves that way?"
"*coughsandchuckles* Why do you think I'm not married yet, sweetheart? It's because I didn't bother to text nor call her again after she hung up. Or after I sent the last message."
"But.. but if I behave that way, then how am I going to marry someone as cool and handsome and kind and strong and clever man as you, Dad!?"
"Maybe that's exactly the reason why, sweetheart. You deserve someone better than me. You deserve a husband who's not egoistic and narcissistic and self-centered that he thought his worth is more than yours. You deserve someone who is not as cool nor handsome nor kind nor strong nor clever as me, but sees that you worth so much to him; that he's willing to go to great depths just to meet, or see, or talk with you."
"Dad.."

Tuesday, July 1, 2014

Pendirianku pada Pilpres 2014

Aku masih ingat semuanya; meskipun samar-samar, perlahan-lahan detil-nya mulai hilang dari benakku.


Februari 2012
Aku mengikuti sebuah kompetisi seleksi pertukaran pelajar. Ya, hitung-hitung sabtu dan minggu khan, daripada pergi ke warnet buat ngedot (main dota) ya mendingan buat socializing biar ga jadi kuper gitu akunya, kupikir. Aku bertemu dan berkenalan dengan banyak orang-orang baik dan hebat di sana. Ada mahasiswa jurusan sastra inggris yang merangkap sebagai gitaris dan komposer, dia sudah menulis banyak lagu. Ada otaku sastra jepang yang sangat pintar membuat danbo, paham betul dengan budaya-budaya jepang (dari anime sampai ke artis-artis bokepnya), merangkap sebagai penyiar radio. Ada yang pemenang mahasiswa berprestasi dari kampusnya. Ada yang pernah berkali-kali mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri; ada yang sudah berkali-kali menang kompetisi-kompetisi esai, debat, dan pidato.

Saat itu, ketika berkenalan dan berbincang-bincang dengan mereka, yang bisa kubanggakan hanyalah.. err... aku hanya memperkenalkan diri sebagai mahasiswa kuliahan yang kerjanya kuliah-pulang-kuliah-pulang sembari mengajar kursus bahasa inggris sebagai sampingan.

Anyway, setelah nge-add friend orang-orang tersebut di facebook, aku mulai mengenal fanpage ini. Ada foto satire lucu yang di-share dan setelah terbacaku, beberapa menit kemudian aku sudah menge-like dan membaca-baca hampir semua postingan di sana.

Itulah awal ketertarikanku pada dunia politik.


Juni-Juli 2012
Masa kampanye pilgub DKI. Karena sering mantengin fanpage itu, aku mendapati video Jokowi ini dan video Ahok ini (off-note : di video Ahok itu, 1:18 - 1:26 thank me later)

Aku mulai tertarik dengan kedua sosok itu dan mulai aktif mengikuti perkembangannya. Saat menonton video Jokowi itu, yang membuatku kagum adalah pendekatannya dan konsistensinya. Mengundang makan, SAJA, lalu ketika ditanya "mau ngomong apa, pak?" hanya menjawab "ngga, cuma makan-makan aja koq" dan itu sampai 54 kali, lho, menunjukkan bahwa tidak mudah meluluhkan hati para PKL. Aku teringat dengan sosok Liu Bei di 3 kingdoms.

Kemudian melihat Ahok yang kata-katanya adalah basically #yolo #guegatakutmati #kaliankorupsemua di sebuah ruangan penuh dengan hew.. anggota dewan tersebut, aku berpikir, "Wah, Cao Cao dan Liu Bei akhirnya bertemu nih. Sepaket."

(Maaf bagi yang tidak akrab dengan sejarah Tiongkok pada Dinasti Han; http://en.wikipedia.org/wiki/Three_Kingdoms mungkin bisa menjadi referensi)
(Atau, long story short, Cao Cao adalah tipe pemimpin yang sangat keras, beda jauh dengan Liu Bei yang lemah lembut. Cerita inspiratif dari Cao Cao adalah bagaimana beliau itu sangat ditakuti sehingga seluruh jenderal-jenderal tunduk dan tak berani macam-macam terhadapnya. Liu Bei, di lain pihak, sangat simpatik terhadap para bawahannya. Liu Bei adalah orang yang tidak berwibawa.. err... kurang lebih sama kayak Jokowi lha ya, aura pemimpinnya ga nampak. Akan tetapi perhatiannya yang sangat menyeluruh terhadap para jenderalnya membuat para jenderal itu tidak tega mengkhianati Liu Bei. Bahkan pernah ada suatu saat di mana Liu Bei menjenguk DAN merawat jenderalnya sendiri selama 3 hari 3 malam. Hmm.. raja yang merawat jenderalnya yang sakit)


Juli 2012 - September 2012
Pasangan Foke-Nara dan Jokowi-Ahok lolos ke putaran II. Pada masa ini, respect saya terhadap Gerindra dan PDI-P meningkat tinggi. Aku masih ingat bagaimana sebelum putaran I, PKS dan Golkar yang mengusung Hidayat Nur Wahid dan Alex Noordin mencerca pemerintahan incumbent Foke habis-habisan.

Memasuki putaran II, apa yang terjadi? Menjilat saliva sendiri. Malah berkoalisi dengan Foke-Nara. Nah, berhubung karena common enemy mereka bukan lagi Foke-Nara melainkan Jokowi-Ahok sekarang, mulailah you-know-what dilancarkan.

Ketika FUI mengeluarkan fatwa haram memilih pemimpin non-muslim, tentu saja banyak orang yang histeris. Primordialisme agama ternyata masih sangat efektif di negeri ini. Nah, namun, karena saya sudah maklum saja dengan tabiat mereka, saya mulai mengalihkan perhatian saya ke Gerindra dan Prabowo Subianto. Saya kagum dengan sosok Prabowo yang berani mengambil resiko memasangkan Ahok yang kafir dengan Jokowi. Entah pada waktu itu dia #yolo atau dia sangat yakin bahwa elektablilitas Ahok bagus sehingga tidak mungkin menurunkan potensi perolehan suara Jokowi, saya tidak tahu.

Pada masa-masa ini pula banyak gerakan bernada "JOKOWI FOR PRESIDENT" yang bernada satir, karena kata-kata mereka selalu mengatakan "tidak mendukung jokowi pada pilkada dki 2012 kali ini, karena jokowi sebaiknya langsung mencalonkan diri sebagai presiden saja pada pemilu 2014."

Well... I simply dismissed those words as a joke.


September 2012 - Maret 2014
Jokowi dan Ahok menang tipis dan terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI. Mereka membuat banyak gebrakan-gebrakan perubahan. Saya pun sangat tertarik dan selalu memantau akun PemprovDKI di youtube untuk melihat apa-apa saja sih yang baru di Jakarta hari ini.

Euforia kemenangan pemilu DKI mulai sedikit "dikacaukan" dengan banyaknya orang-orang yang meminta Jokowi agar ikut, dan jangan ikut, pilpres. Adanya underground movement bernada "JOKOWI FOR PRESIDENT" tersebut disaingi oleh mereka-mereka yang ingin agar Jakarta diberesi. Bahkan, pernah ada berita yang memuat seorang guru yang rela datang jauh-jauh untuk bertemu Jokowi hanya untuk mengatakan pada Jokowi agar tidak nyapres (aduh linknya mana, ga ketemu T_T)

Jujur, saya mendukung kata-kata guru tersebut. Karena jujur, pada masa-masa ini saya berpikir bahwa masa depan Indonesia sudah bisa ditentukan. DKI sudah pasti akan diurus oleh Jokowi-Ahok sampai 2017, pileg sudah pasti akan dimenangkan oleh PDI-P dan Gerindra berkat wave effect dari pilkada DKI, dan.. pilpres.

Nama-nama yang "digosipkan" akan maju sebagai capres, pada periode ini, err.. bahkan saya sempat berpikir bahwa mereka ini bercanda. Oh please, Rhoma Irama, Aburizal Bakrie, yang benar saja? Hanura lebih keren lagi, pemilu legislatif saja belum diketahui hasil jumlah kursi yang bakalan mereka raih, mereka sudah mencalonkan capres DAN cawapres. Win-HT. Keren. Atau perlu saya ingatkan bahwa nama Farhat Abbas pernah sempat muncul pada era ini?

Nah, pada periode ini, partai dan capres yang terlihat paling solid sebenarnya hanya Gerindra dan Prabowo. PDI-P sendiri galau karena.. let's face it, mereka hanya bisa menjual Jokowi. Puan dan Megawati tidak begitu mempunyai daya jual (meskipun masih lebih oke sih dibandingkan dengan Wiranto Bakrie Ani Ibas)

Sedikit catatan tentang Prabowo dan Wiranto. Kasus HAM yang melanda mereka berdua memang berpotensi membuat elektabilitas turun. Ini, datang dari seorang tionghoa. Mayoritas orang tionghoa (termasuk saya) membenci mereka. Kasus pemerkosaan amoy-amoy tahun '98, pengkambinghitaman kami yang tionghoa yang komunis dan gaya hidup dan berbelanja kami sebagai dalang krisis ekonomi tahun '98, kasus penjarahan rumah-rumah tahun '98, dan ya cukup itu dulu. Akan tetapi kenapa serangan ini terkesan "geli-geli" kepada Prabowo? Pertama, sosok Ahok dan Prabowo yang sama-sama tegas. Rumor yang beredar adalah bahwa bangsa ini masih bandal sehingga perlu dipimpin oleh seseorang yang bertangan besi. Kedua, karena beliau sudah sukses, dan bahkan cukup berani mencalonkan seorang Tionghoa sebagai cawagub DKI. Ahok sendiri mengatakannya, di sebuah video di mana ia berbicara tentang pencalonan dirinya oleh Gerindra. (aduh videonya mana, juga ga ketemu nih T_T)

Sementara Demokrat (mungkin sadar diri juga bahwa pamor partai mereka sudah kelewat hancur) mencoba konvensi partai demokrat dan memperkenalkan nama-nama baru. Syukurlah, nama Ani dan Ibas setidaknya tidak jadi muncul di medan perang ini. Nama-nama yang lebih masuk akal pun akhirnya diperkenalkan, seperti Dahlan Iskan, Anies Baswedan, dan Gita Wirjawan.

AKAN TETAPI!!!
Tiba-tiba PDI-P mengusung Jokowi sebagai capres. Well, shit, pikir saya. Ini sepertinya akan sangat mengubah prediksi. Saya mula-mula menganggap ini sebagai dick move dari PDI-P untuk mendapatkan suara di pileg, (karena, lagi-lagi, yang bisa mereka jual hanya Jokowi). (Tapi ini mungkin hanya sentimen saya semata sih. PDI-P mempunyai caleg-caleg yang cukup bagus dari Dapil-1 Sumut dan Medan)

Prabowo juga panik dan langsung menjerit "jangan memilih capres boneka." Err.. Pra? Kecewa sih boleh saja kecewa pra, tapi masa' perlu sampai segitunya?

Meskipun saya (agak) (sedikit) kecewa dengan pencapresan ini, setidaknya saya bisa mengerti posisi PDI-P yang selain "ingin" suara, mereka juga setidaknya harus "menjawab" permintaan rakyat yang ingin Jokowi menjadi presiden.

Dalam hati kecil saya, saya ingin melihat Jokowi menjadi presiden. Tetapi saya juga mempunyai respect terhadap Prabowo, dan saya juga ingin melihat beliau memimpin. Dalam hati kecil saya, saya ingin melihat mereka berdua maju sebagai pasangan capres-cawapres, tetaapppiiii.....

April 2014 - Juni 2014
PDI-P memenangkan pileg dengan 18,95% (=.=)". Perfect ==". Dengan ini, Jokowi bisa dipastikan akan menjadi capres dan Prabowo bisa dipastikan akan stres. Apabila capresnya Prabowo dan cawapresnya Jokowi, dilihat dari sikon, mustahil. Apabila capresnya Jokowi dan cawapresnya Prabowo, ego Prabowo terlalu tinggi untuk menjadi seorang calon wakil presiden.

"Ah, sudahlah, pikir saya. Coba dilihat saja dulu perkembangannya untuk sementara bagaimana."

Di tengah-tengah kekacauan gosip-gosip yang beredar, harap-harap cemas saya menginginkan Prabowo dan Jokowi agar bisa bersatu. Come to think of it, seandainya itu benar-benar terjadi, sepertinya tidak akan ada pemilu yang dibutuhkan untuk tahun 2014 ini. Karena siapa lagi yang berani mencalonkan diri sebagai pasangan capres-cawapres dari kubu yang berbeda, seandainya hal itu benar terjadi?

Banyak yang terjadi pada bulan Mei yang membuat pandangan saya terhadap Prabowo berubah 180°. 

Golkar dengan perolehan suara pada peringkat II, di atas Gerindra tetapi di bawah PDI-P, tidak memiliki kandidat capres dengan elektabilitas yang baik. Bakrie berlari-lari terpontang-panting mengemis koalisi kepada PDI-P dan Gerindra. Harapan saya, waktu itu, Gerindra dan PDI-P yang sama-sama perolehan suaranya kuat, tidak akan menerima partai dan sosok Bakrie yang jelek tersebut. Rasain, mampus lu ditinggal sendirian, pikir saya.
Ehh.. ternyata harga diri Prabowo tidak semahal yang saya kira. Beliau menerima. Well, sheet.
 
PPP dan Suryadharma Ali sebelumnya telah mendeklarasikan dukungan ke Prabowo. Tak lama kemudian, KPK menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus korupsi dana ibadah haji. Prabowo bukannya mengambil sikap agak #yolo sedikit, malah mengecam tindakan KPK. I mean, like, seriously? Justru kalau seandainya pada titik ini Prabowo bisa mengatakan bahwa dia tidak akan membela Sayur meskipun mereka berkoalisi, ini adalah publicity stunt yang cukup baik lho. Dan bahkan dapat meningkatkan elektabilitas dia dan menetapkan sosok seorang Prabowo di masyarakat Indonesia sebagai seseorang yang benar-benar tegas dan anti korupsi. Tapi, yeah, yahh, sudahlah.

Kemudian, FPI. Kelompok yang berasal dari syurga ini yang mengetahui secara persis mana yang baik dan yang buruk (berjualan makanan pada masa puasa adalah sesuatu yang buruk, camkan itu). Tak lama setelah kerjasama mereka terbentuk, ketika Prabowo ditanyai tentang keberadaan Syiah dan Ahmadiyah, jawabnya "Kita buat mereka jera." Are you far king kidding me?

Kedatangan partai-partai bermasalah ke kubu beliau yang isinya tak ada satupun orang yang bisa dijual -- Demokrat, PKS, Golkar, PPP, PAN, PBB -- membuat deklarasi pasangan capres-cawapresnya tidak mengejutkan sama sekali.
Alhasil, Hatta Rajasa menjadi cawapres Prabowo. Ya iya lah, wong dari kubumu itu sampah semua. Ya terpaksalah kamu memilih yang agak tidak jorok dari kumpulan sampah-sampah itu.
Seandainya saya menempatkan diri saya dalam sepatu Prabowo, saya juga pasti bakalan kebingungan siapa yang ideal menjadi cawapres saya. Anis Matta? ¯\(°_o)/¯. Bakrie? ¯\(°_o)/¯. SDA? Sudah kena kartu merah dari KPK.

Nah, bagaimana dengan Demokrat? Sayangnya, konvensi Demokrat tidak dilengkapi dengan sebuah sistem, itu pertama. Tidak ada proses eliminasi yang dilakukan pada kandidat-kandidat yang terkesan kurang kompeten. Selain itu, kurangnya pemasaran dan promosi tentang "adanya" konvensi Demokrat ini juga jadinya tidak bisa menyelamatkan Demokrat pada pileg. Apa yang terjadi? Demokrat hilang. Lho, Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Gita Wirjawan?

Sekilas mengikuti perkembangan konvensi, dari kesemua peserta, saya hanya bersimpatik kepada sosok Anies Baswedan. Dahlan Iskan adalah menteri gagal yang mencuci tangannya dan pura-pura tidak tahu akan krisis listrik yang dari dulu sudah menimpa Sumut. Gita Wirjawan adalah menteri gagal gagal yang sangat piawai dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang bawang dan cabai (dengan cara meningkatkan harga, tentunya).

Jujur saya sangat kecewa ketika Jusuf Kalla yang akhirnya menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Ketika Dahlan Iskan dan Anies Baswedan (saya tidak tahu ujung-ujungnya Gita ke mana, sepertinya beliau netral) mendukung Jokowi, harapan saya adalah pasangan Jokowi-Anies yang maju sebagai capres-cawapres.

Anies Baswedan tidak menjadi cawapres Jokowi, namun tetap mendukung beliau. Sangat berbeda jauh dengan Mahfud MD. Orang inilah yang melengkapi "transformasi" saya dari mendukung Prabowo menjadi mendukung Jokowi. Karena tidak kebagian jatah, dan karena sakit hati dengan partainya, meskipun PKB mendukung kubu Jokowi, Mahfud mengikuti Barisan Sakit Hati dan mendukung Prabowo. Murni alasannya, karena dengki terhadap Jokowi. Bukan karena ketertarikan / adanya nilai tambah dari kubu Prabowo. Miris rasanya, padahal Mahfud MD selama ini dikenal sebagai seseorang yang baik.

Ohya, tak lupa, Hary Tanoe. Bergabung dengan NasDem, kemudian karena tidak bisa mendapatkan posisi, bertengkar dengan Surya Paloh, lalu hengkang. Bergabung dengan Hanura, berharap mendapatkan posisi. Hanura gagal total di pileg, sakit hati lagi, dan ketika Hanura menyatakan dukungan kepada Jokowi, Hary Tanoe membangkang lagi dan sendirian mendukung Prabowo. (Respect saya meningkat terhadap seorang Surya Paloh pada titik ini. Beliau berkoalisi dengan PDI-P namun tidak menjadi cawapres Jokowi. Dan setelah kasus Hary Tanoe ini.. seems like he made the right choice after all.)

Koalisi Prabowo sangat bermasalah. Bakrie-Golkar dengan Lapindo, Hatta-PAN dengan kasus migas dan kasus anaknya yang sangat lihai mengemudikan mobil, SDA-PPP dengan kasus haji, Anis-PKS dengan kasus seekor-hewan-mamalia-yang-daging-dan-susunya-berguna-bagi-manusia, Tifatul-PKS dengan komitmennya memberantas pornografi (maksudnya biarlah Tifatulnya sendiri yang terjerumus ke dalam pornografi, tidak apa-apa dia sendiri yang berdosa asalkan seluruh rakyat Indonesia selamat dari pornografi ini), FPI, FUI, dan FBR yang anti-pluralisme.

Selain itu, keberadaan sosok seperti Mahfud MD dan Hary Tanoe juga meyakinkan saya bahwa mereka merapat ke Prabowo bukan karena segi positifnya Prabowo, melainkan karena benci terhadap Jokowi.

Apalagi melihat model kampanye para pendukung Prabowo yang mendukung Prabowo karena tidak ingin memilih Jokowi, bukan karena Prabowonya yang baik.

Kenapa para pendukung Prabowo tidak mengumbar prestasi Prabowo, seperti pencapaiannya di bidang militernya, atau kesuksesannya mengangkat Ridwan Kamil di Bandung dan Ahok di Jakarta? Kenapa para pendukung Prabowo tidak mengangkat sosok Prabowo sebagai seseorang yang tegas dan berani? Kenapa model kampanye timses Prabowo tidak bersifat konstruktif, melainkan malah bersifat agresif dan menyerang kubu Jokowi?

Tahu, 'khan, sifat dasar manusia itu ketika diserang adalah tidak hanya bertahan, namun juga menyerang balik?
Ketika timses Prabowo mengatakan "Kami akan memilih Prabowo, dengan demikian Indonesia kebagian 2 sosok pemimpin yang baik : Prabowo untuk Indonesia, dan Jokowi agar amanah memimpin Jakarta."
Itu serangan, lho. Bukan kampanye konstruktif yang membangun karakter Prabowo. ^_^
Dan ketika kalian menyerang seperti itu, saya juga "terpancing" untuk bertahan. ^_^
Kata-kata tersebut terdengar seperti ini di telinga saya "Bro, bro, tolong donk bro, kasih Prabowo sekalliii aja kesempatan buat memimpin sesuatu; tuh Jokowi khan uda sukses di solo, terus sukses lagi di Jakarta. Nanti kalau dia jadi presiden, sukses lagi di Indonesia-- masa' semua kesuksesan jatuhnya ke Jokowi mulu? Bagi-bagi donk, khan kasihan Prabowonya udah dari 9 tahun yang lalu persiapan, promosi di tv, pasang spanduk, tapi masih aja gagal jadi presiden. Tolong donk bro."


I think I'm standing on the right side, after all.
#salamduajari #JKW4P ✌✌✌

Wednesday, June 25, 2014

Debating 101

erm.. will update when i get the motiv.. materials to write

a mistake/flaw in the government's model doesn't translate into an advantage of the opposition party. it simply decreases their speaks, that's all. a flaw can only be counted as opposition's winning if they successfully pinpointed and detected the flaw.
now, ask me why.
if i am the government and i say that we should invade, let's say, cambodia, because they have lots of nukes and is in possession of a mass destruction device, and the opposition says nothing about my obviously ridiculously false statement (which implies that they actually buy my statement), who's the stupid one over here?


--------------------------------------

explaining peer pressure
peer pressure should be a very common term in delivering arguments. in debates concerning about legislation vs criminalization concerning sensitive issues (abortion, drugs, child labour, tiger parenting, gambling, prostitution, etc), the ones supporting the banning tend to use peer pressure as their argument.
but how to explain?
peer pressure is just as simple as me being in a classroom where everybody else has tattoos and smokes and worships justin bieber and then i'm coerced into joining the fray, isn't it?
well, if you wanna score 70 in your speaks, then by all means go ahead and say it. oh, but please, if you have other arguments/points, deliver them first. analysis of peer pressure is a VERY WEAK one because the tendency of everybody when listening to the term "peer pressure" is "i already know what you gonna say, bub. just say something else."

well, that is, if what you're saying is soo common and doesn't surprise the audience whatsoever. anyway, here's how i explain peer pressure.

1. survivability instincts of not only humans, but ALL animals require us to adapt to our surroundings. remember darwin vs lamarck? (i dunno about your society, but in my community, the moment i say that term, darwin vs lamarck, everybody knows what i'm talking about. err... google it. darwin+lamarck+giraffe. images)
Biston betularia f. typica, the white-bodied peppered moth. WHITE. anyway, they used to be white prior to the industrial evolution. when factories bloomed, air pollution happened and the white ones become more visible to their predators. as more and more moths adapted and changed their bodies into black, they "blend" with the air pollution, making it more difficult (for the birds) to hunt. and leaving the (still) white ones vulnerable.

BUT, OI, THAT'S ADAPTING TO THE SITUATION. NOT TO THE PEERS.
well, interestingly enough, adaptation also occurs in more developed species as well as in a well developed environment. ask the marketing people (or pubdiv, or brokers). sri mulyani once said that everybody who is involved in economy must be able to detect the trend and follow the trend. USD and EUR graph is still at 5, but is walking upwards? time to buy, man. you don't buy them now, you'll lose yourself since you didn't "adapt" to the trend. oh nose, now they are at 44, what to do now?
OR. friendster and myspace. please do shove a corn up my ass if any of you are still mingling over there. what happened while 10 years ago we were still using them? a massive exodus from friendster to facebook. as more and more people move, we are subconsciously convinced to move along as well.

subconscious mind? yes. picture a scenario where you stopped at a traffic light. the red countdown timer (im not sure if this is the correct term) is still at its 90s, and then you start dawdling and daydreaming. just when you are thinking of what to have for dinner, suddenly cars in front of you and left and right to you started moving. you will subconsciously release the clutch and press the accelerate. LIGHT IS STILL RED, MAN. but you were daydreaming. so the subconscious took the better of you. because you don't want to be the only one left behind.

tell you what- in the lost world: jurassic park, the member of the rescue team who went to pee got left by his group, got lost, and got ultimately digested by compsognathi

Thursday, June 12, 2014

well, another one. last one for today.

balada kopertis coming soon, err... maybe.

anyway, "jibai la di ho liaw la, pang liaw la di.. suak2 khi liaw.. moso' lu uan cuan be rela mo'?"

"hey man, come on, let it go, do you really have to feel so bad when you lose?"

although i succeeded in persuading him to calm down,
shame i can't practice what i preach =(


even thinking about what could have been and what should have been. WHEN EATING.
i was not even enjoying the delicious in front of me. i wasn't feeling. at all. i was thinking.

had to remind myself for so many damn times to "don't think. feel."

oh well, world cup starting soon. now where's my popcorn?

im still a newb at this- motivation

i would like to cook a dish so delicious that it's impossible to feel sad when eating it
i would like to compose a music so nice that it's impossible to feel sad when listening to it
i would like to write a comedy so funny it's impossible to feel sad when digesting it
i would like to invent a puzzle so difficult it's impossible to feel sad when solving it
i would like to breed a pet so cute that it's impossible to feel sad when cuddling it
i would like to plant a flower so fragrant that it's impossible to feel sad when smelling it
i would like to produce a film so captivating that it's impossible to feel sad when watching it
i would like to create a game so interesting that it's impossible to feel sad when playing it
i would like to make a bed so comfortable that it's impossible to feel sad when lying on it
i would like to initiate a friendship so warm that it's impossible to feel sad when you're within it
i would like to conjure a love so strong that it's impossible to feel sad when you receive it
i would like to appreciate one's presence so well that it's impossible to feel sad when you're it
and i would like to establish a world so wonderful that it's impossible to feel sad when you live in it
and i would like to be a person so great that it's impossible to feel sad when you remember my name

you know why?
because i have ever been sad before
because i have ever experienced that (sadness)
and because i know how painful it was
for i am now an enemy of sadness
for i have vowed that i would bring happiness


.....



and just like god, you have to be perfect, like him.
but then again even the best needle is not sharp at both ends.
we struggle to achieve perfection by believing that practice makes perfect, and yet they say that nobody is perfect.
well, you see, it just means that there will always be room for improvement.
the moment you reach perfection, what available improvement is there for you?
it is the duty of us human beings to constantly improve ourselves, and yet at the same time, never reach perfection.
for that is the way of life.
i'm enjoying this game anyway; how about you?

 
.....



~kurotsuchi mayuri, bleach
~chinese proverb
~with a little editing

Tuesday, June 10, 2014

you can't grow up less you have been broken first



ah, this one intriguing comic (if you'd like a discussion, head over to http://imgur.com/user/Kubera/favorites/nO7vNhv and check out the comments section)

now i have ever been infatuated before (err... with a girl, yeah, wasn't aware of my being a bi back then). now i say infatuated, because i understand love- now. well, back then, little did i realize that even boys could even have that kind of heart racing sensation whenever i was close to her. she wasn't even- well, ok, she was exceptionally pretty, but i didn't have even the slightest desire to copulate with her. she had my admiration, and not my lust.

pretty weird feeling, huh? whilst girls kept on blaming guys that all we ever think about is sex, and yet (ok that's to some extent true- i do have that desire at times when i see a hot chick) i didn't have the lust.

back then i was not actually totally ignorant. or oblivious. or whatnot. i had my own standards. i also understood reality (that quote of mine "bukannya ga mau pacaran, melainkan sadar pendapatan"). but that feeling. kinda screwed up all my judgment. oh, and one more thing, i don't have that butterfly flying in your stomach feeling. do describe it to me, for those of you who have ever experienced it. i'm curious)

anyway, that was what i felt. of course my feeling made me break all the rules i had previously set. i started asking for her notes, then help with my homework, then her phone number. it had gotten to the point where we were exchanging messages, facebook pokes, smileys, and yeah, whatever, until..

<SHE> is in a relationship with <HIM>

well, ouch. so this is what it feels like, i thought. heartbroken? err... yeah, kinda. and maybe what they say about "boys don't cry" is actually true because i can testify for it. although at this point, i still haven't had that concept of "o sheet she's taken, gotta find another one now. shame. she's so good though" yet.

now although the frustration faded seconds after i saw her facebook status changed (yes, it really was THAT fast) the subsequent events kinda.. "shaped" me.

rereading old chats, seeing her name and photo in the "recent updates/stories", even going as far as stalking her boyfriend's account, well...

but that's not everything. months later, ...

<SHE> is now single

why was i happy? eh, no, wait, this is not happiness, actually. is this.. suspici

Monday, June 9, 2014

you are a fucking idiot

ntar baru gue permak deh



di dota, pintu masuk markas lawan ada 3. dari top lane, mid lane, dan dari bot lane. kalau lawan pakai techies dan mid lane itu dikerumuni bom banyak2, itu artinya pertahanan mereka sudah mendekati sempurna. sebagai tim yang ada otak, selayaknyalah tinggalkan mid lane dan coba ngepush dari bot lane atau dari top lane.

now what did that little shit jk fucking do?
serangan ham kepada prabowo itu sudah SERINGKALI dilakukan lho nyet, you could have expected that seseorang itu kalau diserang dengan serangan YANG SAMA terus-menerus itu bukannya ambruk, melainkan malah jadi makin tahan, tolol.
ditambah lagi juga sudah ada banyak pernyataan dari sumber-sumber dan media massa yang berbeda-beda kalau isu ham itu sebenarnya sudah tidak valid lagi dilancarkan terhadap prabowo. black campaign, bukan negative campaign.

serang koalisinya, bodoh. koalisi mereka itu sangat susah lho untuk dipertahankan. bagaimana caranya coba mereka bisa menjelaskan cara menyelenggarakan pemerintahan yang bersih sementara fpi, pks, bakrie, tifatul, suryadharma ali, fadli zon dan badut-badut lainnya itu berkeliaran di koalisi mereka?

kalau sudah tahu lawanmu terus menggunakan batu (dan hanya bisa menggunakan batu dan akan terus menggunakannya), dan kamu tetap terus menggunakan gunting dan bukannya menggunakan kertas,



YOU ARE A FUCKING IDIOT.
jusuf kalla -the best idiot of the century.

Tuesday, May 20, 2014

hot problems (guy version) lol

cowo ganteng, tinggi, tegap, 6-pecs, tajir, wangi, bersih, penampilan+pakaian oke, pintar, sopan lagi. SINGLE. pendapat orang2 : pasti homo

cewe cantik, langsing, tinggi, pintar, baik hati, sopan, kaya, ramah. SINGLE. pendapat orang2 : biasa, cewe high class, pasti susah memang ngedapatinnya

duck this society's double standards



.....



THE MOST DILIGENT, THE MOST SERIOUS, THE QUIETEST, THE BEST STUDENT -- whatever, you get the picture already -- once broke the chattering in my class by asking me straightforwardly : "sir, are you gay?" thus creating the quietest silence i've ever experienced my whole life (now you should understand that this is the "good" type of student who broke the silence so this is to be expected, it wasn't the "naughty" type of student whose intention is to create a new ruckus)
"deduction from my photos in facebook/twitter/ask/other social media, huh? err... no, i'm not. why?" (i didn't bother stating my sexual orientation being a bi so as to avoid further inquiries)
a naughty student : "so, teach, do you have a girlfriend?"
me : "well... no"
that dam slick student : "oh i see.. you have a boyfriend instead!"
*laughter erupts*
*me just staring at that kid with a poker face*
dalam hati : "well played, kid. well played."



.....



you remember that one-liner joke about single guys being lucky for they are less-good-looking?
here's my attempt at it :
gue : "lha situ enak, jelek; jadi bisa ada alasan buat jomblo. gue?"
friend : "ya lu kan homo"

or this one maybe : "apabila lu ngejar2 cewe dan tetap ga dapat2 sampai sekarang, positif thinking aja : mungkin jodoh lu cowo =)"



.....



kenapa cewe-cewe cantik sekarang pacarnya gemuk-gemuk?
karena cowo-cowo six-pecs sekarang pacarnya ganteng-ganteng
(okay this one is old and lame as hail, i'll find something else and update this post when i see one)





























Monday, May 19, 2014

mau ide? ini

i've just thought of a brilliant idea

so i'm gonna write a novel

yang bertemakan tentang cinta (esegedeh)

cinta sang cowo dan sang cewe ini juga mutual lho, on top of that..

hanya saja sang cowo ini dari fakultas keperawatan dan sang cewe dari fakultas teknik



.....


no, well, no; actually, i was just joking. it's just that it would be cool if a case like that were to happen irl, though. still, if anybody's writing a novel with that background story, gimme a call. i'd like to read it.

Thursday, May 15, 2014

rant

so i have been pondering about my professional life as a teacher, having been teaching for 3 years already.

it seems to be a growing trend for students to be more and more antisocial and shier -- which spells doom for me.

my boss once said "what's the point of those vocab and grandma if the students are not gonna use them anyway? let them speak and be noisy in your class" -- well, suits me fine. i like talkative and naughty students anyway.
but then,

for the past few months the number of shy students i have had has been increasing and they are really on a roll. now to make matters worse, these type of shy students are not the ones who just stays quiet in class and does whatever exercise their teachers instruct them to. worse. they turn to their cellphone and start texttextextexting. now this seems familiar, where have i seen them before?

oh, yeah! family reunion! or those cases where a bunch of parents eat out in a restaurant with only a single young kid following. pity. to kill the boredom, they give this kid his cellphone. for him to "socialize"
but anyway, who am i to talk? every chinese new year when we go pai cia and my parents start chatting with relatives, i'm left with nothing to do so i turn to my smartphone and start texttextexting as well.

now, trend makes children allthemore antisocial and they're bringing this trend to classes where i teach.
how deep is the shit am i in?

about education - perspective

to those of you going to school, seeking for education.
let me tell you.. what you need is perspective, not knowledge.
you need concept and understanding, not erudition.

why? because you go there to meet and greet the teachers and be exposed to their way of thinking.
you don't need a teacher who just keeps on reading his book. you can read the book by yourself. but what makes a teacher a good teacher is how he understands the subject he teaches, and that is what you want to get from him. know. know how he understands, know what he did when he learned his subject.

that's all there is to it.

Friday, April 25, 2014

philosophy from dad's office room

look, my friend; with money, you can buy
a house but not a home
a clock but not time
a bed but not a nap
education but not intelligence
medicine but not health
position but not respect
acquaintances but not friends
blood but not life
sex but not love