Received sad news today. Pastor Frietz R. Tambunan passed away.
As much as I hated going to church (boredom would strike me like a surge),
I would try to listen to his homilies.
And pay attention to the substantives.
He's one of the smartest men I know.
Very knowledgeable, his words I would borrow.
He also helped me become the debater I am-- was.
For a lot of my arguments, were once on his jaws.
Can I just skip 2020?
Fork, I hate this year.
Bad news are aplenty.
What a beach of a harbinger.
Tuesday, May 12, 2020
Saturday, April 20, 2019
inception
hujamkanlah pedangmu itu
dalam menusuk dadaku
demikian juga dengan pedasnya
kata-katamu nan jumawa
dalam menusuk dadaku
demikian juga dengan pedasnya
kata-katamu nan jumawa
kau yang sadis
kau yang senang ketika aku meringis
dan tawamu yang menggelegar ketika aku menangis
kegagalanku kau anggar
kesuksesanku kau buat seakan tawar
kau mengecapku mujur
tak berhak atas nama yang masyhur
kau meyakinkan semuanya
menunjukku dengan tajamnya
meyakinkan seluruh dunia
"nilainya tak sebanding dengan harganya!"
suaramu yang mengkikik
tidakkah kau sadar, ada yang sedang berbisik?
bahwa akulah yang lebih licik?
aku memberikanmu sebuah obyek
obyek untuk kau ejek
dan obyek ini di luar kuasamu, lek
karena kau tak memiliki kontrol
di sanalah baru kau dibanderol
jadi sadar bahwa kaulah yang tolol
tak bisa kau jatuhkan aku, lol
hanya dengan penistaan yang getol
ya, kan, kontol
aku yang akan menjatuhkanku
bukan kau
karena seiring dengan waktu
telatlah baru tersadarku
.....
ternyata, kau, adalah dunia itu
kau yang senang ketika aku meringis
dan tawamu yang menggelegar ketika aku menangis
kegagalanku kau anggar
kesuksesanku kau buat seakan tawar
kau mengecapku mujur
tak berhak atas nama yang masyhur
kau meyakinkan semuanya
menunjukku dengan tajamnya
meyakinkan seluruh dunia
"nilainya tak sebanding dengan harganya!"
suaramu yang mengkikik
tidakkah kau sadar, ada yang sedang berbisik?
bahwa akulah yang lebih licik?
aku memberikanmu sebuah obyek
obyek untuk kau ejek
dan obyek ini di luar kuasamu, lek
karena kau tak memiliki kontrol
di sanalah baru kau dibanderol
jadi sadar bahwa kaulah yang tolol
tak bisa kau jatuhkan aku, lol
hanya dengan penistaan yang getol
ya, kan, kontol
aku yang akan menjatuhkanku
bukan kau
karena seiring dengan waktu
telatlah baru tersadarku
.....
ternyata, kau, adalah dunia itu
Sunday, August 26, 2018
#2019gantipresiden
Why so serious? Toh kalau 2019 nanti gagal ganti presiden, 2024 mau ga mau ya pasti tetap bakalan ganti toh?
Oh, and, by the way, I found a similarity between the Texans and the ta'aruf #indonesiatanpapacaran movement:
On one hand, the Texans go "shoot first, ask questions later"
On the other hand, the movement goes "get married first, ask questions later"
Oh, and, by the way, I found a similarity between the Texans and the ta'aruf #indonesiatanpapacaran movement:
On one hand, the Texans go "shoot first, ask questions later"
On the other hand, the movement goes "get married first, ask questions later"
Thursday, June 14, 2018
I Invite You To Chant with Me: I REFUSE TO ACCEPT YOUR REALITY!
Friend, I feel your agony.
When any attempt, any struggle, on this query
be regarded as blasphemy.
The world. They think it has control over this serendipity.
But all plans they have, turn out to just be diabolic strategy.
And yet it's for the best, claimed their testimony.
It's for the interest of the majority.
Fuck that! I know, it's bullshit! I understand thee!
Futile be your melee.
And failure seems to occur frequently.
For it seems even God is your enemy.
Like there's no way to escape this jeopardy.
But is your only option to succumb to catastrophe?
They can control all! But not the entirety.
For your will is still in your weaponry!
And for the adage in our dictionary:
Fear the man who has nothing, really.
They can control all, but not your body!
They dominate the battlefield, but not until your territory!
THAT'S why they tryhard to put you in misery.
So when the whole world seems to commit to this fuckery,
I invite you all to come and chant with me:
I REFUSE TO ACCEPT YOUR REALITY.
I can't achieve victory.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I somehow could never live healthily.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I simply can't compose that melody.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I can't win against that fag with this jury.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I would never be able to reach mastery.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I can't write a poem with intensity.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
For I control my own destiny.
And that bitch fate? You can't force me to agree.
When any attempt, any struggle, on this query
be regarded as blasphemy.
The world. They think it has control over this serendipity.
But all plans they have, turn out to just be diabolic strategy.
And yet it's for the best, claimed their testimony.
It's for the interest of the majority.
Fuck that! I know, it's bullshit! I understand thee!
Futile be your melee.
And failure seems to occur frequently.
For it seems even God is your enemy.
Like there's no way to escape this jeopardy.
But is your only option to succumb to catastrophe?
They can control all! But not the entirety.
For your will is still in your weaponry!
And for the adage in our dictionary:
Fear the man who has nothing, really.
They can control all, but not your body!
They dominate the battlefield, but not until your territory!
THAT'S why they tryhard to put you in misery.
So when the whole world seems to commit to this fuckery,
I invite you all to come and chant with me:
I REFUSE TO ACCEPT YOUR REALITY.
I can't achieve victory.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I somehow could never live healthily.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I simply can't compose that melody.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I can't win against that fag with this jury.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I would never be able to reach mastery.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
I can't write a poem with intensity.
I REFUSE TO ACCEPT THIS REALITY.
For I control my own destiny.
And that bitch fate? You can't force me to agree.
Thursday, May 24, 2018
you cant have it all
in this life, sacrifices will have to be made.
choose your tributes carefully, my friend.
sacrifice time for health
but sacrifice health for knowledge
sacrifice speed for flexibility
sacrifice money for friendship
but sacrifice friendship for integrity
sacrifice quantity for quality
sacrifice sex for love
sacrifice love for god
but sacrifice god for future
choose your tributes carefully, my friend.
sacrifice time for health
but sacrifice health for knowledge
sacrifice speed for flexibility
sacrifice money for friendship
but sacrifice friendship for integrity
sacrifice quantity for quality
sacrifice sex for love
sacrifice love for god
but sacrifice god for future
Friday, May 4, 2018
Antagonist
dunia ini adalah dunia yang unik
kaya akan segala polemik
dont you think?
sarkas, ya, baik
tapi tak bisa kau tampik
susah hidup kalau kau masih berfisik
cobalah kau tilik
budaya dunia yang jijik
di setiap tempat, di semua bilik
setiap tingkah, setiap gerak gerik
mana ada yang tidak terbalik?
dengan tingkat kesulitan yang apik
dan sedikit bumbu drama yang terpercik
siapa yang masih bisa berkutik?
sosial bercampur dengan politik
tiada aspek bebas, semua tercabik
karena kau yang asli pasti akan dikritik
yang tulen akan jadi korban intrik
tidak akan ada yang bajik
mereka semua palsu, dasar taik
katanya sih adaptasi, kita harus cerdik
pilih dan gunakan mimik
tapi itu kan alasan klasik
tidak menyelesaikan konflik
ketika kepalsuan ini monopolistik
bukankah harus ada energi kinetik?
yang mengontrol hal ini yang karsinogenik
mengembalikan jiwa nativistik
nah ini malah terbalik
pembiaran seakan direstui, nyamik
bukankah dia sang mekanik?
aku pun berkata dengan kedik
kepada sang khalik
kau adalah pencipta yang munafik
titik
kaya akan segala polemik
dont you think?
sarkas, ya, baik
tapi tak bisa kau tampik
susah hidup kalau kau masih berfisik
cobalah kau tilik
budaya dunia yang jijik
di setiap tempat, di semua bilik
setiap tingkah, setiap gerak gerik
mana ada yang tidak terbalik?
dengan tingkat kesulitan yang apik
dan sedikit bumbu drama yang terpercik
siapa yang masih bisa berkutik?
sosial bercampur dengan politik
tiada aspek bebas, semua tercabik
karena kau yang asli pasti akan dikritik
yang tulen akan jadi korban intrik
tidak akan ada yang bajik
mereka semua palsu, dasar taik
katanya sih adaptasi, kita harus cerdik
pilih dan gunakan mimik
tapi itu kan alasan klasik
tidak menyelesaikan konflik
ketika kepalsuan ini monopolistik
bukankah harus ada energi kinetik?
yang mengontrol hal ini yang karsinogenik
mengembalikan jiwa nativistik
nah ini malah terbalik
pembiaran seakan direstui, nyamik
bukankah dia sang mekanik?
aku pun berkata dengan kedik
kepada sang khalik
kau adalah pencipta yang munafik
titik
Friday, October 20, 2017
Your Ex
Well, I'm feeling like writing something.
So here goes:
In love, remember the memories. Not the departure.
So here goes:
In love, remember the memories. Not the departure.
Thursday, May 18, 2017
Karena di dalam Karya, Terdapat Jiwa
mungkin kau anggap dia sudah binasa
tidak hadir, absennya alpa
mungkin kau kira dia tidak ada
tidak berbentuk, tidak beraga
mungkin kau pikir dia tidak nyata
belum sah, belum ber-apa-apa
tapi pikirkanlah dampaknya
sebuah akibat yang terasa
dikarenakan sebab yang berkuasa
kau mengabaikan hadirnya
meskipun dia adalah karena kau cipta
kau buat dan tinggalkan begitu saja
tidakkah pernah terdengar, sang suara?
suara takjub dan suara tawa
decak kagum dan ekslamasi, aa!!!
dari mereka, yang memuja
dan juga yang mencerca
iri dan cemburu pada mata
mereka yang tak bisa menyama
meniru, tapi tak pernah bisa serupa
inilah yang luput dari duga
bakatmu yang tak kau sangka
anakmulah sungguh berjaya
kau tanya kenapa?
anak mereka, tidak bernyawa
itulah jawabnya
itulah bedanya
wahai kau, sang pujangga
tidak seperti ciptamu, yang berkarsa!
anakmu! marak mereka bekerja!
desir mereka berhembus di dalam dada!
kau tanya lagi kenapa?
karena di dalam karya
terdapat jiwa
dan dua-duanya
dikau empunya
tidak hadir, absennya alpa
mungkin kau kira dia tidak ada
tidak berbentuk, tidak beraga
mungkin kau pikir dia tidak nyata
belum sah, belum ber-apa-apa
tapi pikirkanlah dampaknya
sebuah akibat yang terasa
dikarenakan sebab yang berkuasa
kau mengabaikan hadirnya
meskipun dia adalah karena kau cipta
kau buat dan tinggalkan begitu saja
tidakkah pernah terdengar, sang suara?
suara takjub dan suara tawa
decak kagum dan ekslamasi, aa!!!
dari mereka, yang memuja
dan juga yang mencerca
iri dan cemburu pada mata
mereka yang tak bisa menyama
meniru, tapi tak pernah bisa serupa
inilah yang luput dari duga
bakatmu yang tak kau sangka
anakmulah sungguh berjaya
kau tanya kenapa?
anak mereka, tidak bernyawa
itulah jawabnya
itulah bedanya
wahai kau, sang pujangga
tidak seperti ciptamu, yang berkarsa!
anakmu! marak mereka bekerja!
desir mereka berhembus di dalam dada!
kau tanya lagi kenapa?
karena di dalam karya
terdapat jiwa
dan dua-duanya
dikau empunya
Thursday, March 17, 2016
Vikings: Positivity
Sol was advertising vacancies, that Vikings was looking for new recruits. So I talked to him a little bit about it, told him about my online hours, and got invited.
Hoo boy, oh damn, that clan sure was full of positivity.
Ren was the leader; he's the man. Spent quite some time talking about him, and I can see that he really is a mature adult and can mediate disputes properly. Anindya lost my Forretress once, and Ren proved that he was quite the strict clan leader. Anindya returned my Forretress the next day after Ren's warnings.
Well, once the conversation went like
Fredo: hey guys sup
Renzetti: heya Fredo!
Fredo: *somecornyjoke*
Renzetti: sorry i didnt get enough sleep last night so i think i must apologize if im a little bit touchy atm
Fredo: whats the problem, Ren?
Found out that he's still unemployed and needs to make ends meet. He's trying to solve his student loan problems atm and is trying to get his shit together. I recommended leaving Holland and migrating to a 3rd-world country so that living costs become lower.
Ah, well, talking with him was fun. It's like.. it feels good when you know that you're not the only one struggling to get your shit together, you know that?
Sol, was, really friendly and teaching. Like, he took it all upon himself to be Renzetti's #2. Referred all the new members and taught all of us about EVs, IVs, Nature, the meta, etc. etc.
SolemnMessiah has a cousin he brought into the clan, msin. They often bring their real world fights to the groupchat, it was.. lively. Sol would say how msin has an attention-span deficit, msin would say that he taught Sol manners and how Sol still has a lot left to learn xD xD xD
Oh and there were the girls. Miyukei, Fiorella, cheriberry, arkness. The sheep among the wolves. Topic of conversation somehow changed into that of sex when the three of us (Miyu, Ren, and me) were talking. I shared about the eastern cultural values of promoting abstinence, they talked about the hardcore sex and their first time and all the kinky stuffs they'd ever done. I'm suspecting that Ren is still flirting with Miyu even as of now.
dabdaddy, godgamer. Hahaha. I remember that Hasty Growlithe I encountered. Sick IVs. Like, only 1 or 2 points away from being a Shiny. Still disliked it because I only take Adamants. Sold it to daddy. dad also helped me get past through Silph Co. mission and Sabrina's gym. Then we would talk about gg's luck and how gg claims that he is a real God of luck and that he'd appreciate some followers.
ushang2 and Anindya are the childish ones. Crappy jokes and cringy puns all the time. Still the elder members put up quite a tolerance towards them.
Then we have Dcef and Vamps and The1whojudges. Would often greet everybody and ask for a PvP. And then me and cemyeah would battle Dcef just for some free teleports and he would rage at the chat saying how he felt "used".
Oh, and I miss MonoSapiens. We used to throw insults and teases at each other, also upon other members. Good fun. Good fun. He left the clan, as he wished to make his own.
I really miss you guys.
Hoo boy, oh damn, that clan sure was full of positivity.
Ren was the leader; he's the man. Spent quite some time talking about him, and I can see that he really is a mature adult and can mediate disputes properly. Anindya lost my Forretress once, and Ren proved that he was quite the strict clan leader. Anindya returned my Forretress the next day after Ren's warnings.
Well, once the conversation went like
Fredo: hey guys sup
Renzetti: heya Fredo!
Fredo: *somecornyjoke*
Renzetti: sorry i didnt get enough sleep last night so i think i must apologize if im a little bit touchy atm
Fredo: whats the problem, Ren?
Found out that he's still unemployed and needs to make ends meet. He's trying to solve his student loan problems atm and is trying to get his shit together. I recommended leaving Holland and migrating to a 3rd-world country so that living costs become lower.
Ah, well, talking with him was fun. It's like.. it feels good when you know that you're not the only one struggling to get your shit together, you know that?
Sol, was, really friendly and teaching. Like, he took it all upon himself to be Renzetti's #2. Referred all the new members and taught all of us about EVs, IVs, Nature, the meta, etc. etc.
SolemnMessiah has a cousin he brought into the clan, msin. They often bring their real world fights to the groupchat, it was.. lively. Sol would say how msin has an attention-span deficit, msin would say that he taught Sol manners and how Sol still has a lot left to learn xD xD xD
Oh and there were the girls. Miyukei, Fiorella, cheriberry, arkness. The sheep among the wolves. Topic of conversation somehow changed into that of sex when the three of us (Miyu, Ren, and me) were talking. I shared about the eastern cultural values of promoting abstinence, they talked about the hardcore sex and their first time and all the kinky stuffs they'd ever done. I'm suspecting that Ren is still flirting with Miyu even as of now.
dabdaddy, godgamer. Hahaha. I remember that Hasty Growlithe I encountered. Sick IVs. Like, only 1 or 2 points away from being a Shiny. Still disliked it because I only take Adamants. Sold it to daddy. dad also helped me get past through Silph Co. mission and Sabrina's gym. Then we would talk about gg's luck and how gg claims that he is a real God of luck and that he'd appreciate some followers.
ushang2 and Anindya are the childish ones. Crappy jokes and cringy puns all the time. Still the elder members put up quite a tolerance towards them.
Then we have Dcef and Vamps and The1whojudges. Would often greet everybody and ask for a PvP. And then me and cemyeah would battle Dcef just for some free teleports and he would rage at the chat saying how he felt "used".
Oh, and I miss MonoSapiens. We used to throw insults and teases at each other, also upon other members. Good fun. Good fun. He left the clan, as he wished to make his own.
I really miss you guys.
Sunday, November 2, 2014
Things I Tell My Students
"Always be skeptical. Never trust a person easily. Especially me."
"Understand. Don't memorize."
"Laugh."
"Be the last to lose your temper. Because when you do, you lose."
"Deactivate your Ask.fm account. Register for Quora instead."
"Be addicted to 2 things at once. Or to nothing at all."
"Always have a Plan B."
"Never rely on something. The moment you capitalize on it, your life depends on it."
"Always have options."
"Be fashionable. But be classy, not slutty."
ah and several others. might update this one l8r.
"Understand. Don't memorize."
"Laugh."
"Be the last to lose your temper. Because when you do, you lose."
"Deactivate your Ask.fm account. Register for Quora instead."
"Be addicted to 2 things at once. Or to nothing at all."
"Always have a Plan B."
"Never rely on something. The moment you capitalize on it, your life depends on it."
"Always have options."
"Be fashionable. But be classy, not slutty."
ah and several others. might update this one l8r.
anada quick one
Have you ever wondered why God created sadness?
Why didn't He create a body, a soul, an entity who is immune to this feeling of sadness?
Why can't we all just.. be happy? For all the time?
Maybe, just maybe, the answer is, so that we don't take happiness for granted. So that we can appreciate happiness more.
Why didn't He create a body, a soul, an entity who is immune to this feeling of sadness?
Why can't we all just.. be happy? For all the time?
Maybe, just maybe, the answer is, so that we don't take happiness for granted. So that we can appreciate happiness more.
Tuesday, September 16, 2014
gonna thro this one in for quickz
watch your words :
"thanksalot, bro/sis!" <- ok
"loe membantu banget" <- ok
"loe pinter/pandai/pro banget" <- also ok
"senang banget deh punya teman kayak loe" <- still ok
"ga sia2 gue berteman sama loe" <- you feel it?
"thanksalot, bro/sis!" <- ok
"loe membantu banget" <- ok
"loe pinter/pandai/pro banget" <- also ok
"senang banget deh punya teman kayak loe" <- still ok
"ga sia2 gue berteman sama loe" <- you feel it?
Friday, August 29, 2014
Monday, August 11, 2014
pinjam. sebentar. aja.
1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id/)
2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarship
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id/)
7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349)
9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)
10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx)
11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship)
12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html)
17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/)
19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx?cid=97&id=1422)
21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)
23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/)
24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com/)
25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)
26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)
27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)
29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application)
30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl%3A%2F%2Fc28c70fde436815fcff1257ef5982a08)
33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
36. Inpex Scholarship Foundation Japan (http://www.inpex-s.com/application.html)
37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)
38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarships/)
2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarship
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id/)
7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349)
9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)
10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx)
11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship)
12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html)
17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/)
19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx?cid=97&id=1422)
21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)
23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/)
24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com/)
25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)
26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)
27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)
29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application)
30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl%3A%2F%2Fc28c70fde436815fcff1257ef5982a08)
33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
36. Inpex Scholarship Foundation Japan (http://www.inpex-s.com/application.html)
37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)
38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarships/)
Thursday, August 7, 2014
Sometimes Imaginations Run Wild
"Eh, what the hack," so I thought.
Blogger would seem to be the best place for me to rant.
I mean, these words would need a channel for me to vent.
And it's not like there's enough traffic here to create a controversy anyways.
So, well, here we go :
"Women shouldn't be cheap."
"Even worse, women shouldn't appear cheap."
"No matter how deeply in love you are with him, never text him first."
"Always be the first to hang the phone up."
"Never be the one to call him."
"For your worth should appear as high as possible to him."
"For you shouldn't look cheap in front of him."
I said to myself "lol tough luck dad, mom; that challenge would be too much for me I'd rather stay single."
I thought "What if I am the expensive one? Shouldn't it be the other way round now?"
Imaginations run wild.
In the distant future, a father is seen talking to his adopted daughter. He told his daughter those exact same words.
"What about you, Dad? How are you going to respond to a girl if she behaves that way?"
"*coughsandchuckles* Why do you think I'm not married yet, sweetheart? It's because I didn't bother to text nor call her again after she hung up. Or after I sent the last message."
"But.. but if I behave that way, then how am I going to marry someone as cool and handsome and kind and strong and clever man as you, Dad!?"
"Maybe that's exactly the reason why, sweetheart. You deserve someone better than me. You deserve a husband who's not egoistic and narcissistic and self-centered that he thought his worth is more than yours. You deserve someone who is not as cool nor handsome nor kind nor strong nor clever as me, but sees that you worth so much to him; that he's willing to go to great depths just to meet, or see, or talk with you."
"Dad.."
Blogger would seem to be the best place for me to rant.
I mean, these words would need a channel for me to vent.
And it's not like there's enough traffic here to create a controversy anyways.
So, well, here we go :
1. Sometimes, imaginations run wild.
But this time, it came from a memory. I reminisced the time when Mom and Pops were preaching us children."Women shouldn't be cheap."
"Even worse, women shouldn't appear cheap."
"No matter how deeply in love you are with him, never text him first."
"Always be the first to hang the phone up."
"Never be the one to call him."
"For your worth should appear as high as possible to him."
"For you shouldn't look cheap in front of him."
I said to myself "lol tough luck dad, mom; that challenge would be too much for me I'd rather stay single."
I thought "What if I am the expensive one? Shouldn't it be the other way round now?"
Imaginations run wild.
In the distant future, a father is seen talking to his adopted daughter. He told his daughter those exact same words.
"What about you, Dad? How are you going to respond to a girl if she behaves that way?"
"*coughsandchuckles* Why do you think I'm not married yet, sweetheart? It's because I didn't bother to text nor call her again after she hung up. Or after I sent the last message."
"But.. but if I behave that way, then how am I going to marry someone as cool and handsome and kind and strong and clever man as you, Dad!?"
"Maybe that's exactly the reason why, sweetheart. You deserve someone better than me. You deserve a husband who's not egoistic and narcissistic and self-centered that he thought his worth is more than yours. You deserve someone who is not as cool nor handsome nor kind nor strong nor clever as me, but sees that you worth so much to him; that he's willing to go to great depths just to meet, or see, or talk with you."
"Dad.."
Tuesday, July 1, 2014
Pendirianku pada Pilpres 2014
Aku masih ingat semuanya; meskipun samar-samar, perlahan-lahan detil-nya mulai hilang dari benakku.
Februari 2012
Aku mengikuti sebuah kompetisi seleksi pertukaran pelajar. Ya, hitung-hitung sabtu dan minggu khan, daripada pergi ke warnet buat ngedot (main dota) ya mendingan buat socializing biar ga jadi kuper gitu akunya, kupikir. Aku bertemu dan berkenalan dengan banyak orang-orang baik dan hebat di sana. Ada mahasiswa jurusan sastra inggris yang merangkap sebagai gitaris dan komposer, dia sudah menulis banyak lagu. Ada otaku sastra jepang yang sangat pintar membuat danbo, paham betul dengan budaya-budaya jepang (dari anime sampai ke artis-artis bokepnya), merangkap sebagai penyiar radio. Ada yang pemenang mahasiswa berprestasi dari kampusnya. Ada yang pernah berkali-kali mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri; ada yang sudah berkali-kali menang kompetisi-kompetisi esai, debat, dan pidato.
Saat itu, ketika berkenalan dan berbincang-bincang dengan mereka, yang bisa kubanggakan hanyalah.. err... aku hanya memperkenalkan diri sebagai mahasiswa kuliahan yang kerjanya kuliah-pulang-kuliah-pulang sembari mengajar kursus bahasa inggris sebagai sampingan.
Anyway, setelah nge-add friend orang-orang tersebut di facebook, aku mulai mengenal fanpage ini. Ada foto satire lucu yang di-share dan setelah terbacaku, beberapa menit kemudian aku sudah menge-like dan membaca-baca hampir semua postingan di sana.
Itulah awal ketertarikanku pada dunia politik.
Juni-Juli 2012
Masa kampanye pilgub DKI. Karena sering mantengin fanpage itu, aku mendapati video Jokowi ini dan video Ahok ini (off-note : di video Ahok itu, 1:18 - 1:26 thank me later)
Aku mulai tertarik dengan kedua sosok itu dan mulai aktif mengikuti perkembangannya. Saat menonton video Jokowi itu, yang membuatku kagum adalah pendekatannya dan konsistensinya. Mengundang makan, SAJA, lalu ketika ditanya "mau ngomong apa, pak?" hanya menjawab "ngga, cuma makan-makan aja koq" dan itu sampai 54 kali, lho, menunjukkan bahwa tidak mudah meluluhkan hati para PKL. Aku teringat dengan sosok Liu Bei di 3 kingdoms.
Kemudian melihat Ahok yang kata-katanya adalah basically #yolo #guegatakutmati #kaliankorupsemua di sebuah ruangan penuh dengan hew.. anggota dewan tersebut, aku berpikir, "Wah, Cao Cao dan Liu Bei akhirnya bertemu nih. Sepaket."
(Maaf bagi yang tidak akrab dengan sejarah Tiongkok pada Dinasti Han; http://en.wikipedia.org/wiki/Three_Kingdoms mungkin bisa menjadi referensi)
(Atau, long story short, Cao Cao adalah tipe pemimpin yang sangat keras, beda jauh dengan Liu Bei yang lemah lembut. Cerita inspiratif dari Cao Cao adalah bagaimana beliau itu sangat ditakuti sehingga seluruh jenderal-jenderal tunduk dan tak berani macam-macam terhadapnya. Liu Bei, di lain pihak, sangat simpatik terhadap para bawahannya. Liu Bei adalah orang yang tidak berwibawa.. err... kurang lebih sama kayak Jokowi lha ya, aura pemimpinnya ga nampak. Akan tetapi perhatiannya yang sangat menyeluruh terhadap para jenderalnya membuat para jenderal itu tidak tega mengkhianati Liu Bei. Bahkan pernah ada suatu saat di mana Liu Bei menjenguk DAN merawat jenderalnya sendiri selama 3 hari 3 malam. Hmm.. raja yang merawat jenderalnya yang sakit)
Juli 2012 - September 2012
Pasangan Foke-Nara dan Jokowi-Ahok lolos ke putaran II. Pada masa ini, respect saya terhadap Gerindra dan PDI-P meningkat tinggi. Aku masih ingat bagaimana sebelum putaran I, PKS dan Golkar yang mengusung Hidayat Nur Wahid dan Alex Noordin mencerca pemerintahan incumbent Foke habis-habisan.
Memasuki putaran II, apa yang terjadi? Menjilat saliva sendiri. Malah berkoalisi dengan Foke-Nara. Nah, berhubung karena common enemy mereka bukan lagi Foke-Nara melainkan Jokowi-Ahok sekarang, mulailah you-know-what dilancarkan.
Ketika FUI mengeluarkan fatwa haram memilih pemimpin non-muslim, tentu saja banyak orang yang histeris. Primordialisme agama ternyata masih sangat efektif di negeri ini. Nah, namun, karena saya sudah maklum saja dengan tabiat mereka, saya mulai mengalihkan perhatian saya ke Gerindra dan Prabowo Subianto. Saya kagum dengan sosok Prabowo yang berani mengambil resiko memasangkan Ahok yang kafir dengan Jokowi. Entah pada waktu itu dia #yolo atau dia sangat yakin bahwa elektablilitas Ahok bagus sehingga tidak mungkin menurunkan potensi perolehan suara Jokowi, saya tidak tahu.
Pada masa-masa ini pula banyak gerakan bernada "JOKOWI FOR PRESIDENT" yang bernada satir, karena kata-kata mereka selalu mengatakan "tidak mendukung jokowi pada pilkada dki 2012 kali ini, karena jokowi sebaiknya langsung mencalonkan diri sebagai presiden saja pada pemilu 2014."
Well... I simply dismissed those words as a joke.
September 2012 - Maret 2014
Jokowi dan Ahok menang tipis dan terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI. Mereka membuat banyak gebrakan-gebrakan perubahan. Saya pun sangat tertarik dan selalu memantau akun PemprovDKI di youtube untuk melihat apa-apa saja sih yang baru di Jakarta hari ini.
Euforia kemenangan pemilu DKI mulai sedikit "dikacaukan" dengan banyaknya orang-orang yang meminta Jokowi agar ikut, dan jangan ikut, pilpres. Adanya underground movement bernada "JOKOWI FOR PRESIDENT" tersebut disaingi oleh mereka-mereka yang ingin agar Jakarta diberesi. Bahkan, pernah ada berita yang memuat seorang guru yang rela datang jauh-jauh untuk bertemu Jokowi hanya untuk mengatakan pada Jokowi agar tidak nyapres (aduh linknya mana, ga ketemu T_T)
Jujur, saya mendukung kata-kata guru tersebut. Karena jujur, pada masa-masa ini saya berpikir bahwa masa depan Indonesia sudah bisa ditentukan. DKI sudah pasti akan diurus oleh Jokowi-Ahok sampai 2017, pileg sudah pasti akan dimenangkan oleh PDI-P dan Gerindra berkat wave effect dari pilkada DKI, dan.. pilpres.
Nama-nama yang "digosipkan" akan maju sebagai capres, pada periode ini, err.. bahkan saya sempat berpikir bahwa mereka ini bercanda. Oh please, Rhoma Irama, Aburizal Bakrie, yang benar saja? Hanura lebih keren lagi, pemilu legislatif saja belum diketahui hasil jumlah kursi yang bakalan mereka raih, mereka sudah mencalonkan capres DAN cawapres. Win-HT. Keren. Atau perlu saya ingatkan bahwa nama Farhat Abbas pernah sempat muncul pada era ini?
Nah, pada periode ini, partai dan capres yang terlihat paling solid sebenarnya hanya Gerindra dan Prabowo. PDI-P sendiri galau karena.. let's face it, mereka hanya bisa menjual Jokowi. Puan dan Megawati tidak begitu mempunyai daya jual (meskipun masih lebih oke sih dibandingkan dengan Wiranto Bakrie Ani Ibas)
Sedikit catatan tentang Prabowo dan Wiranto. Kasus HAM yang melanda mereka berdua memang berpotensi membuat elektabilitas turun. Ini, datang dari seorang tionghoa. Mayoritas orang tionghoa (termasuk saya) membenci mereka. Kasus pemerkosaan amoy-amoy tahun '98, pengkambinghitaman kami yang tionghoa yang komunis dan gaya hidup dan berbelanja kami sebagai dalang krisis ekonomi tahun '98, kasus penjarahan rumah-rumah tahun '98, dan ya cukup itu dulu. Akan tetapi kenapa serangan ini terkesan "geli-geli" kepada Prabowo? Pertama, sosok Ahok dan Prabowo yang sama-sama tegas. Rumor yang beredar adalah bahwa bangsa ini masih bandal sehingga perlu dipimpin oleh seseorang yang bertangan besi. Kedua, karena beliau sudah sukses, dan bahkan cukup berani mencalonkan seorang Tionghoa sebagai cawagub DKI. Ahok sendiri mengatakannya, di sebuah video di mana ia berbicara tentang pencalonan dirinya oleh Gerindra. (aduh videonya mana, juga ga ketemu nih T_T)
Sementara Demokrat (mungkin sadar diri juga bahwa pamor partai mereka sudah kelewat hancur) mencoba konvensi partai demokrat dan memperkenalkan nama-nama baru. Syukurlah, nama Ani dan Ibas setidaknya tidak jadi muncul di medan perang ini. Nama-nama yang lebih masuk akal pun akhirnya diperkenalkan, seperti Dahlan Iskan, Anies Baswedan, dan Gita Wirjawan.
AKAN TETAPI!!!
Tiba-tiba PDI-P mengusung Jokowi sebagai capres. Well, shit, pikir saya. Ini sepertinya akan sangat mengubah prediksi. Saya mula-mula menganggap ini sebagai dick move dari PDI-P untuk mendapatkan suara di pileg, (karena, lagi-lagi, yang bisa mereka jual hanya Jokowi). (Tapi ini mungkin hanya sentimen saya semata sih. PDI-P mempunyai caleg-caleg yang cukup bagus dari Dapil-1 Sumut dan Medan)
Prabowo juga panik dan langsung menjerit "jangan memilih capres boneka." Err.. Pra? Kecewa sih boleh saja kecewa pra, tapi masa' perlu sampai segitunya?
Meskipun saya (agak) (sedikit) kecewa dengan pencapresan ini, setidaknya saya bisa mengerti posisi PDI-P yang selain "ingin" suara, mereka juga setidaknya harus "menjawab" permintaan rakyat yang ingin Jokowi menjadi presiden.
Dalam hati kecil saya, saya ingin melihat Jokowi menjadi presiden. Tetapi saya juga mempunyai respect terhadap Prabowo, dan saya juga ingin melihat beliau memimpin. Dalam hati kecil saya, saya ingin melihat mereka berdua maju sebagai pasangan capres-cawapres, tetaapppiiii.....
April 2014 - Juni 2014
PDI-P memenangkan pileg dengan 18,95% (=.=)". Perfect ==". Dengan ini, Jokowi bisa dipastikan akan menjadi capres dan Prabowo bisa dipastikan akan stres. Apabila capresnya Prabowo dan cawapresnya Jokowi, dilihat dari sikon, mustahil. Apabila capresnya Jokowi dan cawapresnya Prabowo, ego Prabowo terlalu tinggi untuk menjadi seorang calon wakil presiden.
"Ah, sudahlah, pikir saya. Coba dilihat saja dulu perkembangannya untuk sementara bagaimana."
Di tengah-tengah kekacauan gosip-gosip yang beredar, harap-harap cemas saya menginginkan Prabowo dan Jokowi agar bisa bersatu. Come to think of it, seandainya itu benar-benar terjadi, sepertinya tidak akan ada pemilu yang dibutuhkan untuk tahun 2014 ini. Karena siapa lagi yang berani mencalonkan diri sebagai pasangan capres-cawapres dari kubu yang berbeda, seandainya hal itu benar terjadi?
Banyak yang terjadi pada bulan Mei yang membuat pandangan saya terhadap Prabowo berubah 180°.
Golkar dengan perolehan suara pada peringkat II, di atas Gerindra tetapi di bawah PDI-P, tidak memiliki kandidat capres dengan elektabilitas yang baik. Bakrie berlari-lari terpontang-panting mengemis koalisi kepada PDI-P dan Gerindra. Harapan saya, waktu itu, Gerindra dan PDI-P yang sama-sama perolehan suaranya kuat, tidak akan menerima partai dan sosok Bakrie yang jelek tersebut. Rasain, mampus lu ditinggal sendirian, pikir saya.
Ehh.. ternyata harga diri Prabowo tidak semahal yang saya kira. Beliau menerima. Well, sheet.
PPP dan Suryadharma Ali sebelumnya telah mendeklarasikan dukungan ke Prabowo. Tak lama kemudian, KPK menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus korupsi dana ibadah haji. Prabowo bukannya mengambil sikap agak #yolo sedikit, malah mengecam tindakan KPK. I mean, like, seriously? Justru kalau seandainya pada titik ini Prabowo bisa mengatakan bahwa dia tidak akan membela Sayur meskipun mereka berkoalisi, ini adalah publicity stunt yang cukup baik lho. Dan bahkan dapat meningkatkan elektabilitas dia dan menetapkan sosok seorang Prabowo di masyarakat Indonesia sebagai seseorang yang benar-benar tegas dan anti korupsi. Tapi, yeah, yahh, sudahlah.
Kemudian, FPI. Kelompok yang berasal dari syurga ini yang mengetahui secara persis mana yang baik dan yang buruk (berjualan makanan pada masa puasa adalah sesuatu yang buruk, camkan itu). Tak lama setelah kerjasama mereka terbentuk, ketika Prabowo ditanyai tentang keberadaan Syiah dan Ahmadiyah, jawabnya "Kita buat mereka jera." Are you far king kidding me?
Kedatangan partai-partai bermasalah ke kubu beliau yang isinya tak ada satupun orang yang bisa dijual -- Demokrat, PKS, Golkar, PPP, PAN, PBB -- membuat deklarasi pasangan capres-cawapresnya tidak mengejutkan sama sekali.
Alhasil, Hatta Rajasa menjadi cawapres Prabowo. Ya iya lah, wong dari kubumu itu sampah semua. Ya terpaksalah kamu memilih yang agak tidak jorok dari kumpulan sampah-sampah itu.
Seandainya saya menempatkan diri saya dalam sepatu Prabowo, saya juga pasti bakalan kebingungan siapa yang ideal menjadi cawapres saya. Anis Matta? ¯\(°_o)/¯. Bakrie? ¯\(°_o)/¯. SDA? Sudah kena kartu merah dari KPK.
Nah, bagaimana dengan Demokrat? Sayangnya, konvensi Demokrat tidak dilengkapi dengan sebuah sistem, itu pertama. Tidak ada proses eliminasi yang dilakukan pada kandidat-kandidat yang terkesan kurang kompeten. Selain itu, kurangnya pemasaran dan promosi tentang "adanya" konvensi Demokrat ini juga jadinya tidak bisa menyelamatkan Demokrat pada pileg. Apa yang terjadi? Demokrat hilang. Lho, Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Gita Wirjawan?
Sekilas mengikuti perkembangan konvensi, dari kesemua peserta, saya hanya bersimpatik kepada sosok Anies Baswedan. Dahlan Iskan adalah menteri gagal yang mencuci tangannya dan pura-pura tidak tahu akan krisis listrik yang dari dulu sudah menimpa Sumut. Gita Wirjawan adalah menteri gagal gagal yang sangat piawai dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang bawang dan cabai (dengan cara meningkatkan harga, tentunya).
Jujur saya sangat kecewa ketika Jusuf Kalla yang akhirnya menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Ketika Dahlan Iskan dan Anies Baswedan (saya tidak tahu ujung-ujungnya Gita ke mana, sepertinya beliau netral) mendukung Jokowi, harapan saya adalah pasangan Jokowi-Anies yang maju sebagai capres-cawapres.
Anies Baswedan tidak menjadi cawapres Jokowi, namun tetap mendukung beliau. Sangat berbeda jauh dengan Mahfud MD. Orang inilah yang melengkapi "transformasi" saya dari mendukung Prabowo menjadi mendukung Jokowi. Karena tidak kebagian jatah, dan karena sakit hati dengan partainya, meskipun PKB mendukung kubu Jokowi, Mahfud mengikuti Barisan Sakit Hati dan mendukung Prabowo. Murni alasannya, karena dengki terhadap Jokowi. Bukan karena ketertarikan / adanya nilai tambah dari kubu Prabowo. Miris rasanya, padahal Mahfud MD selama ini dikenal sebagai seseorang yang baik.
Ohya, tak lupa, Hary Tanoe. Bergabung dengan NasDem, kemudian karena tidak bisa mendapatkan posisi, bertengkar dengan Surya Paloh, lalu hengkang. Bergabung dengan Hanura, berharap mendapatkan posisi. Hanura gagal total di pileg, sakit hati lagi, dan ketika Hanura menyatakan dukungan kepada Jokowi, Hary Tanoe membangkang lagi dan sendirian mendukung Prabowo. (Respect saya meningkat terhadap seorang Surya Paloh pada titik ini. Beliau berkoalisi dengan PDI-P namun tidak menjadi cawapres Jokowi. Dan setelah kasus Hary Tanoe ini.. seems like he made the right choice after all.)
Koalisi Prabowo sangat bermasalah. Bakrie-Golkar dengan Lapindo, Hatta-PAN dengan kasus migas dan kasus anaknya yang sangat lihai mengemudikan mobil, SDA-PPP dengan kasus haji, Anis-PKS dengan kasus seekor-hewan-mamalia-yang-daging-dan-susunya-berguna-bagi-manusia, Tifatul-PKS dengan komitmennya memberantas pornografi (maksudnya biarlah Tifatulnya sendiri yang terjerumus ke dalam pornografi, tidak apa-apa dia sendiri yang berdosa asalkan seluruh rakyat Indonesia selamat dari pornografi ini), FPI, FUI, dan FBR yang anti-pluralisme.
Selain itu, keberadaan sosok seperti Mahfud MD dan Hary Tanoe juga meyakinkan saya bahwa mereka merapat ke Prabowo bukan karena segi positifnya Prabowo, melainkan karena benci terhadap Jokowi.
Apalagi melihat model kampanye para pendukung Prabowo yang mendukung Prabowo karena tidak ingin memilih Jokowi, bukan karena Prabowonya yang baik.
Kenapa para pendukung Prabowo tidak mengumbar prestasi Prabowo, seperti pencapaiannya di bidang militernya, atau kesuksesannya mengangkat Ridwan Kamil di Bandung dan Ahok di Jakarta? Kenapa para pendukung Prabowo tidak mengangkat sosok Prabowo sebagai seseorang yang tegas dan berani? Kenapa model kampanye timses Prabowo tidak bersifat konstruktif, melainkan malah bersifat agresif dan menyerang kubu Jokowi?
Tahu, 'khan, sifat dasar manusia itu ketika diserang adalah tidak hanya bertahan, namun juga menyerang balik?
Ketika timses Prabowo mengatakan "Kami akan memilih Prabowo, dengan demikian Indonesia kebagian 2 sosok pemimpin yang baik : Prabowo untuk Indonesia, dan Jokowi agar amanah memimpin Jakarta."
Itu serangan, lho. Bukan kampanye konstruktif yang membangun karakter Prabowo. ^_^
Dan ketika kalian menyerang seperti itu, saya juga "terpancing" untuk bertahan. ^_^
Kata-kata tersebut terdengar seperti ini di telinga saya "Bro, bro, tolong donk bro, kasih Prabowo sekalliii aja kesempatan buat memimpin sesuatu; tuh Jokowi khan uda sukses di solo, terus sukses lagi di Jakarta. Nanti kalau dia jadi presiden, sukses lagi di Indonesia-- masa' semua kesuksesan jatuhnya ke Jokowi mulu? Bagi-bagi donk, khan kasihan Prabowonya udah dari 9 tahun yang lalu persiapan, promosi di tv, pasang spanduk, tapi masih aja gagal jadi presiden. Tolong donk bro."
I think I'm standing on the right side, after all.
#salamduajari #JKW4P ✌✌✌
Februari 2012
Aku mengikuti sebuah kompetisi seleksi pertukaran pelajar. Ya, hitung-hitung sabtu dan minggu khan, daripada pergi ke warnet buat ngedot (main dota) ya mendingan buat socializing biar ga jadi kuper gitu akunya, kupikir. Aku bertemu dan berkenalan dengan banyak orang-orang baik dan hebat di sana. Ada mahasiswa jurusan sastra inggris yang merangkap sebagai gitaris dan komposer, dia sudah menulis banyak lagu. Ada otaku sastra jepang yang sangat pintar membuat danbo, paham betul dengan budaya-budaya jepang (dari anime sampai ke artis-artis bokepnya), merangkap sebagai penyiar radio. Ada yang pemenang mahasiswa berprestasi dari kampusnya. Ada yang pernah berkali-kali mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri; ada yang sudah berkali-kali menang kompetisi-kompetisi esai, debat, dan pidato.
Saat itu, ketika berkenalan dan berbincang-bincang dengan mereka, yang bisa kubanggakan hanyalah.. err... aku hanya memperkenalkan diri sebagai mahasiswa kuliahan yang kerjanya kuliah-pulang-kuliah-pulang sembari mengajar kursus bahasa inggris sebagai sampingan.
Anyway, setelah nge-add friend orang-orang tersebut di facebook, aku mulai mengenal fanpage ini. Ada foto satire lucu yang di-share dan setelah terbacaku, beberapa menit kemudian aku sudah menge-like dan membaca-baca hampir semua postingan di sana.
Itulah awal ketertarikanku pada dunia politik.
Juni-Juli 2012
Masa kampanye pilgub DKI. Karena sering mantengin fanpage itu, aku mendapati video Jokowi ini dan video Ahok ini (off-note : di video Ahok itu, 1:18 - 1:26 thank me later)
Aku mulai tertarik dengan kedua sosok itu dan mulai aktif mengikuti perkembangannya. Saat menonton video Jokowi itu, yang membuatku kagum adalah pendekatannya dan konsistensinya. Mengundang makan, SAJA, lalu ketika ditanya "mau ngomong apa, pak?" hanya menjawab "ngga, cuma makan-makan aja koq" dan itu sampai 54 kali, lho, menunjukkan bahwa tidak mudah meluluhkan hati para PKL. Aku teringat dengan sosok Liu Bei di 3 kingdoms.
Kemudian melihat Ahok yang kata-katanya adalah basically #yolo #guegatakutmati #kaliankorupsemua di sebuah ruangan penuh dengan hew.. anggota dewan tersebut, aku berpikir, "Wah, Cao Cao dan Liu Bei akhirnya bertemu nih. Sepaket."
(Maaf bagi yang tidak akrab dengan sejarah Tiongkok pada Dinasti Han; http://en.wikipedia.org/wiki/Three_Kingdoms mungkin bisa menjadi referensi)
(Atau, long story short, Cao Cao adalah tipe pemimpin yang sangat keras, beda jauh dengan Liu Bei yang lemah lembut. Cerita inspiratif dari Cao Cao adalah bagaimana beliau itu sangat ditakuti sehingga seluruh jenderal-jenderal tunduk dan tak berani macam-macam terhadapnya. Liu Bei, di lain pihak, sangat simpatik terhadap para bawahannya. Liu Bei adalah orang yang tidak berwibawa.. err... kurang lebih sama kayak Jokowi lha ya, aura pemimpinnya ga nampak. Akan tetapi perhatiannya yang sangat menyeluruh terhadap para jenderalnya membuat para jenderal itu tidak tega mengkhianati Liu Bei. Bahkan pernah ada suatu saat di mana Liu Bei menjenguk DAN merawat jenderalnya sendiri selama 3 hari 3 malam. Hmm.. raja yang merawat jenderalnya yang sakit)
Juli 2012 - September 2012
Pasangan Foke-Nara dan Jokowi-Ahok lolos ke putaran II. Pada masa ini, respect saya terhadap Gerindra dan PDI-P meningkat tinggi. Aku masih ingat bagaimana sebelum putaran I, PKS dan Golkar yang mengusung Hidayat Nur Wahid dan Alex Noordin mencerca pemerintahan incumbent Foke habis-habisan.
Memasuki putaran II, apa yang terjadi? Menjilat saliva sendiri. Malah berkoalisi dengan Foke-Nara. Nah, berhubung karena common enemy mereka bukan lagi Foke-Nara melainkan Jokowi-Ahok sekarang, mulailah you-know-what dilancarkan.
Ketika FUI mengeluarkan fatwa haram memilih pemimpin non-muslim, tentu saja banyak orang yang histeris. Primordialisme agama ternyata masih sangat efektif di negeri ini. Nah, namun, karena saya sudah maklum saja dengan tabiat mereka, saya mulai mengalihkan perhatian saya ke Gerindra dan Prabowo Subianto. Saya kagum dengan sosok Prabowo yang berani mengambil resiko memasangkan Ahok yang kafir dengan Jokowi. Entah pada waktu itu dia #yolo atau dia sangat yakin bahwa elektablilitas Ahok bagus sehingga tidak mungkin menurunkan potensi perolehan suara Jokowi, saya tidak tahu.
Pada masa-masa ini pula banyak gerakan bernada "JOKOWI FOR PRESIDENT" yang bernada satir, karena kata-kata mereka selalu mengatakan "tidak mendukung jokowi pada pilkada dki 2012 kali ini, karena jokowi sebaiknya langsung mencalonkan diri sebagai presiden saja pada pemilu 2014."
Well... I simply dismissed those words as a joke.
September 2012 - Maret 2014
Jokowi dan Ahok menang tipis dan terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI. Mereka membuat banyak gebrakan-gebrakan perubahan. Saya pun sangat tertarik dan selalu memantau akun PemprovDKI di youtube untuk melihat apa-apa saja sih yang baru di Jakarta hari ini.
Euforia kemenangan pemilu DKI mulai sedikit "dikacaukan" dengan banyaknya orang-orang yang meminta Jokowi agar ikut, dan jangan ikut, pilpres. Adanya underground movement bernada "JOKOWI FOR PRESIDENT" tersebut disaingi oleh mereka-mereka yang ingin agar Jakarta diberesi. Bahkan, pernah ada berita yang memuat seorang guru yang rela datang jauh-jauh untuk bertemu Jokowi hanya untuk mengatakan pada Jokowi agar tidak nyapres (aduh linknya mana, ga ketemu T_T)
Jujur, saya mendukung kata-kata guru tersebut. Karena jujur, pada masa-masa ini saya berpikir bahwa masa depan Indonesia sudah bisa ditentukan. DKI sudah pasti akan diurus oleh Jokowi-Ahok sampai 2017, pileg sudah pasti akan dimenangkan oleh PDI-P dan Gerindra berkat wave effect dari pilkada DKI, dan.. pilpres.
Nama-nama yang "digosipkan" akan maju sebagai capres, pada periode ini, err.. bahkan saya sempat berpikir bahwa mereka ini bercanda. Oh please, Rhoma Irama, Aburizal Bakrie, yang benar saja? Hanura lebih keren lagi, pemilu legislatif saja belum diketahui hasil jumlah kursi yang bakalan mereka raih, mereka sudah mencalonkan capres DAN cawapres. Win-HT. Keren. Atau perlu saya ingatkan bahwa nama Farhat Abbas pernah sempat muncul pada era ini?
Nah, pada periode ini, partai dan capres yang terlihat paling solid sebenarnya hanya Gerindra dan Prabowo. PDI-P sendiri galau karena.. let's face it, mereka hanya bisa menjual Jokowi. Puan dan Megawati tidak begitu mempunyai daya jual (meskipun masih lebih oke sih dibandingkan dengan Wiranto Bakrie Ani Ibas)
Sedikit catatan tentang Prabowo dan Wiranto. Kasus HAM yang melanda mereka berdua memang berpotensi membuat elektabilitas turun. Ini, datang dari seorang tionghoa. Mayoritas orang tionghoa (termasuk saya) membenci mereka. Kasus pemerkosaan amoy-amoy tahun '98, pengkambinghitaman kami yang tionghoa yang komunis dan gaya hidup dan berbelanja kami sebagai dalang krisis ekonomi tahun '98, kasus penjarahan rumah-rumah tahun '98, dan ya cukup itu dulu. Akan tetapi kenapa serangan ini terkesan "geli-geli" kepada Prabowo? Pertama, sosok Ahok dan Prabowo yang sama-sama tegas. Rumor yang beredar adalah bahwa bangsa ini masih bandal sehingga perlu dipimpin oleh seseorang yang bertangan besi. Kedua, karena beliau sudah sukses, dan bahkan cukup berani mencalonkan seorang Tionghoa sebagai cawagub DKI. Ahok sendiri mengatakannya, di sebuah video di mana ia berbicara tentang pencalonan dirinya oleh Gerindra. (aduh videonya mana, juga ga ketemu nih T_T)
Sementara Demokrat (mungkin sadar diri juga bahwa pamor partai mereka sudah kelewat hancur) mencoba konvensi partai demokrat dan memperkenalkan nama-nama baru. Syukurlah, nama Ani dan Ibas setidaknya tidak jadi muncul di medan perang ini. Nama-nama yang lebih masuk akal pun akhirnya diperkenalkan, seperti Dahlan Iskan, Anies Baswedan, dan Gita Wirjawan.
AKAN TETAPI!!!
Tiba-tiba PDI-P mengusung Jokowi sebagai capres. Well, shit, pikir saya. Ini sepertinya akan sangat mengubah prediksi. Saya mula-mula menganggap ini sebagai dick move dari PDI-P untuk mendapatkan suara di pileg, (karena, lagi-lagi, yang bisa mereka jual hanya Jokowi). (Tapi ini mungkin hanya sentimen saya semata sih. PDI-P mempunyai caleg-caleg yang cukup bagus dari Dapil-1 Sumut dan Medan)
Prabowo juga panik dan langsung menjerit "jangan memilih capres boneka." Err.. Pra? Kecewa sih boleh saja kecewa pra, tapi masa' perlu sampai segitunya?
Meskipun saya (agak) (sedikit) kecewa dengan pencapresan ini, setidaknya saya bisa mengerti posisi PDI-P yang selain "ingin" suara, mereka juga setidaknya harus "menjawab" permintaan rakyat yang ingin Jokowi menjadi presiden.
Dalam hati kecil saya, saya ingin melihat Jokowi menjadi presiden. Tetapi saya juga mempunyai respect terhadap Prabowo, dan saya juga ingin melihat beliau memimpin. Dalam hati kecil saya, saya ingin melihat mereka berdua maju sebagai pasangan capres-cawapres, tetaapppiiii.....
April 2014 - Juni 2014
PDI-P memenangkan pileg dengan 18,95% (=.=)". Perfect ==". Dengan ini, Jokowi bisa dipastikan akan menjadi capres dan Prabowo bisa dipastikan akan stres. Apabila capresnya Prabowo dan cawapresnya Jokowi, dilihat dari sikon, mustahil. Apabila capresnya Jokowi dan cawapresnya Prabowo, ego Prabowo terlalu tinggi untuk menjadi seorang calon wakil presiden.
"Ah, sudahlah, pikir saya. Coba dilihat saja dulu perkembangannya untuk sementara bagaimana."
Di tengah-tengah kekacauan gosip-gosip yang beredar, harap-harap cemas saya menginginkan Prabowo dan Jokowi agar bisa bersatu. Come to think of it, seandainya itu benar-benar terjadi, sepertinya tidak akan ada pemilu yang dibutuhkan untuk tahun 2014 ini. Karena siapa lagi yang berani mencalonkan diri sebagai pasangan capres-cawapres dari kubu yang berbeda, seandainya hal itu benar terjadi?
Banyak yang terjadi pada bulan Mei yang membuat pandangan saya terhadap Prabowo berubah 180°.
Golkar dengan perolehan suara pada peringkat II, di atas Gerindra tetapi di bawah PDI-P, tidak memiliki kandidat capres dengan elektabilitas yang baik. Bakrie berlari-lari terpontang-panting mengemis koalisi kepada PDI-P dan Gerindra. Harapan saya, waktu itu, Gerindra dan PDI-P yang sama-sama perolehan suaranya kuat, tidak akan menerima partai dan sosok Bakrie yang jelek tersebut. Rasain, mampus lu ditinggal sendirian, pikir saya.
Ehh.. ternyata harga diri Prabowo tidak semahal yang saya kira. Beliau menerima. Well, sheet.
PPP dan Suryadharma Ali sebelumnya telah mendeklarasikan dukungan ke Prabowo. Tak lama kemudian, KPK menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus korupsi dana ibadah haji. Prabowo bukannya mengambil sikap agak #yolo sedikit, malah mengecam tindakan KPK. I mean, like, seriously? Justru kalau seandainya pada titik ini Prabowo bisa mengatakan bahwa dia tidak akan membela Sayur meskipun mereka berkoalisi, ini adalah publicity stunt yang cukup baik lho. Dan bahkan dapat meningkatkan elektabilitas dia dan menetapkan sosok seorang Prabowo di masyarakat Indonesia sebagai seseorang yang benar-benar tegas dan anti korupsi. Tapi, yeah, yahh, sudahlah.
Kemudian, FPI. Kelompok yang berasal dari syurga ini yang mengetahui secara persis mana yang baik dan yang buruk (berjualan makanan pada masa puasa adalah sesuatu yang buruk, camkan itu). Tak lama setelah kerjasama mereka terbentuk, ketika Prabowo ditanyai tentang keberadaan Syiah dan Ahmadiyah, jawabnya "Kita buat mereka jera." Are you far king kidding me?
Kedatangan partai-partai bermasalah ke kubu beliau yang isinya tak ada satupun orang yang bisa dijual -- Demokrat, PKS, Golkar, PPP, PAN, PBB -- membuat deklarasi pasangan capres-cawapresnya tidak mengejutkan sama sekali.
Alhasil, Hatta Rajasa menjadi cawapres Prabowo. Ya iya lah, wong dari kubumu itu sampah semua. Ya terpaksalah kamu memilih yang agak tidak jorok dari kumpulan sampah-sampah itu.
Seandainya saya menempatkan diri saya dalam sepatu Prabowo, saya juga pasti bakalan kebingungan siapa yang ideal menjadi cawapres saya. Anis Matta? ¯\(°_o)/¯. Bakrie? ¯\(°_o)/¯. SDA? Sudah kena kartu merah dari KPK.
Nah, bagaimana dengan Demokrat? Sayangnya, konvensi Demokrat tidak dilengkapi dengan sebuah sistem, itu pertama. Tidak ada proses eliminasi yang dilakukan pada kandidat-kandidat yang terkesan kurang kompeten. Selain itu, kurangnya pemasaran dan promosi tentang "adanya" konvensi Demokrat ini juga jadinya tidak bisa menyelamatkan Demokrat pada pileg. Apa yang terjadi? Demokrat hilang. Lho, Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Gita Wirjawan?
Sekilas mengikuti perkembangan konvensi, dari kesemua peserta, saya hanya bersimpatik kepada sosok Anies Baswedan. Dahlan Iskan adalah menteri gagal yang mencuci tangannya dan pura-pura tidak tahu akan krisis listrik yang dari dulu sudah menimpa Sumut. Gita Wirjawan adalah menteri gagal gagal yang sangat piawai dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang bawang dan cabai (dengan cara meningkatkan harga, tentunya).
Jujur saya sangat kecewa ketika Jusuf Kalla yang akhirnya menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Ketika Dahlan Iskan dan Anies Baswedan (saya tidak tahu ujung-ujungnya Gita ke mana, sepertinya beliau netral) mendukung Jokowi, harapan saya adalah pasangan Jokowi-Anies yang maju sebagai capres-cawapres.
Anies Baswedan tidak menjadi cawapres Jokowi, namun tetap mendukung beliau. Sangat berbeda jauh dengan Mahfud MD. Orang inilah yang melengkapi "transformasi" saya dari mendukung Prabowo menjadi mendukung Jokowi. Karena tidak kebagian jatah, dan karena sakit hati dengan partainya, meskipun PKB mendukung kubu Jokowi, Mahfud mengikuti Barisan Sakit Hati dan mendukung Prabowo. Murni alasannya, karena dengki terhadap Jokowi. Bukan karena ketertarikan / adanya nilai tambah dari kubu Prabowo. Miris rasanya, padahal Mahfud MD selama ini dikenal sebagai seseorang yang baik.
Ohya, tak lupa, Hary Tanoe. Bergabung dengan NasDem, kemudian karena tidak bisa mendapatkan posisi, bertengkar dengan Surya Paloh, lalu hengkang. Bergabung dengan Hanura, berharap mendapatkan posisi. Hanura gagal total di pileg, sakit hati lagi, dan ketika Hanura menyatakan dukungan kepada Jokowi, Hary Tanoe membangkang lagi dan sendirian mendukung Prabowo. (Respect saya meningkat terhadap seorang Surya Paloh pada titik ini. Beliau berkoalisi dengan PDI-P namun tidak menjadi cawapres Jokowi. Dan setelah kasus Hary Tanoe ini.. seems like he made the right choice after all.)
Koalisi Prabowo sangat bermasalah. Bakrie-Golkar dengan Lapindo, Hatta-PAN dengan kasus migas dan kasus anaknya yang sangat lihai mengemudikan mobil, SDA-PPP dengan kasus haji, Anis-PKS dengan kasus seekor-hewan-mamalia-yang-daging-dan-susunya-berguna-bagi-manusia, Tifatul-PKS dengan komitmennya memberantas pornografi (maksudnya biarlah Tifatulnya sendiri yang terjerumus ke dalam pornografi, tidak apa-apa dia sendiri yang berdosa asalkan seluruh rakyat Indonesia selamat dari pornografi ini), FPI, FUI, dan FBR yang anti-pluralisme.
Selain itu, keberadaan sosok seperti Mahfud MD dan Hary Tanoe juga meyakinkan saya bahwa mereka merapat ke Prabowo bukan karena segi positifnya Prabowo, melainkan karena benci terhadap Jokowi.
Apalagi melihat model kampanye para pendukung Prabowo yang mendukung Prabowo karena tidak ingin memilih Jokowi, bukan karena Prabowonya yang baik.
Kenapa para pendukung Prabowo tidak mengumbar prestasi Prabowo, seperti pencapaiannya di bidang militernya, atau kesuksesannya mengangkat Ridwan Kamil di Bandung dan Ahok di Jakarta? Kenapa para pendukung Prabowo tidak mengangkat sosok Prabowo sebagai seseorang yang tegas dan berani? Kenapa model kampanye timses Prabowo tidak bersifat konstruktif, melainkan malah bersifat agresif dan menyerang kubu Jokowi?
Tahu, 'khan, sifat dasar manusia itu ketika diserang adalah tidak hanya bertahan, namun juga menyerang balik?
Ketika timses Prabowo mengatakan "Kami akan memilih Prabowo, dengan demikian Indonesia kebagian 2 sosok pemimpin yang baik : Prabowo untuk Indonesia, dan Jokowi agar amanah memimpin Jakarta."
Itu serangan, lho. Bukan kampanye konstruktif yang membangun karakter Prabowo. ^_^
Dan ketika kalian menyerang seperti itu, saya juga "terpancing" untuk bertahan. ^_^
Kata-kata tersebut terdengar seperti ini di telinga saya "Bro, bro, tolong donk bro, kasih Prabowo sekalliii aja kesempatan buat memimpin sesuatu; tuh Jokowi khan uda sukses di solo, terus sukses lagi di Jakarta. Nanti kalau dia jadi presiden, sukses lagi di Indonesia-- masa' semua kesuksesan jatuhnya ke Jokowi mulu? Bagi-bagi donk, khan kasihan Prabowonya udah dari 9 tahun yang lalu persiapan, promosi di tv, pasang spanduk, tapi masih aja gagal jadi presiden. Tolong donk bro."
I think I'm standing on the right side, after all.
#salamduajari #JKW4P ✌✌✌
Wednesday, June 25, 2014
Debating 101
erm.. will update when i get the motiv.. materials to write
a mistake/flaw in the government's model doesn't translate into an advantage of the opposition party. it simply decreases their speaks, that's all. a flaw can only be counted as opposition's winning if they successfully pinpointed and detected the flaw.
now, ask me why.
if i am the government and i say that we should invade, let's say, cambodia, because they have lots of nukes and is in possession of a mass destruction device, and the opposition says nothing about my obviously ridiculously false statement (which implies that they actually buy my statement), who's the stupid one over here?
--------------------------------------
explaining peer pressure
peer pressure should be a very common term in delivering arguments. in debates concerning about legislation vs criminalization concerning sensitive issues (abortion, drugs, child labour, tiger parenting, gambling, prostitution, etc), the ones supporting the banning tend to use peer pressure as their argument.
but how to explain?
peer pressure is just as simple as me being in a classroom where everybody else has tattoos and smokes and worships justin bieber and then i'm coerced into joining the fray, isn't it?
well, if you wanna score 70 in your speaks, then by all means go ahead and say it. oh, but please, if you have other arguments/points, deliver them first. analysis of peer pressure is a VERY WEAK one because the tendency of everybody when listening to the term "peer pressure" is "i already know what you gonna say, bub. just say something else."
well, that is, if what you're saying is soo common and doesn't surprise the audience whatsoever. anyway, here's how i explain peer pressure.
1. survivability instincts of not only humans, but ALL animals require us to adapt to our surroundings. remember darwin vs lamarck? (i dunno about your society, but in my community, the moment i say that term, darwin vs lamarck, everybody knows what i'm talking about. err... google it. darwin+lamarck+giraffe. images)
Biston betularia f. typica, the white-bodied peppered moth. WHITE. anyway, they used to be white prior to the industrial evolution. when factories bloomed, air pollution happened and the white ones become more visible to their predators. as more and more moths adapted and changed their bodies into black, they "blend" with the air pollution, making it more difficult (for the birds) to hunt. and leaving the (still) white ones vulnerable.
BUT, OI, THAT'S ADAPTING TO THE SITUATION. NOT TO THE PEERS.
well, interestingly enough, adaptation also occurs in more developed species as well as in a well developed environment. ask the marketing people (or pubdiv, or brokers). sri mulyani once said that everybody who is involved in economy must be able to detect the trend and follow the trend. USD and EUR graph is still at 5, but is walking upwards? time to buy, man. you don't buy them now, you'll lose yourself since you didn't "adapt" to the trend. oh nose, now they are at 44, what to do now?
OR. friendster and myspace. please do shove a corn up my ass if any of you are still mingling over there. what happened while 10 years ago we were still using them? a massive exodus from friendster to facebook. as more and more people move, we are subconsciously convinced to move along as well.
subconscious mind? yes. picture a scenario where you stopped at a traffic light. the red countdown timer (im not sure if this is the correct term) is still at its 90s, and then you start dawdling and daydreaming. just when you are thinking of what to have for dinner, suddenly cars in front of you and left and right to you started moving. you will subconsciously release the clutch and press the accelerate. LIGHT IS STILL RED, MAN. but you were daydreaming. so the subconscious took the better of you. because you don't want to be the only one left behind.
tell you what- in the lost world: jurassic park, the member of the rescue team who went to pee got left by his group, got lost, and got ultimately digested by compsognathi
a mistake/flaw in the government's model doesn't translate into an advantage of the opposition party. it simply decreases their speaks, that's all. a flaw can only be counted as opposition's winning if they successfully pinpointed and detected the flaw.
now, ask me why.
if i am the government and i say that we should invade, let's say, cambodia, because they have lots of nukes and is in possession of a mass destruction device, and the opposition says nothing about my obviously ridiculously false statement (which implies that they actually buy my statement), who's the stupid one over here?
--------------------------------------
explaining peer pressure
peer pressure should be a very common term in delivering arguments. in debates concerning about legislation vs criminalization concerning sensitive issues (abortion, drugs, child labour, tiger parenting, gambling, prostitution, etc), the ones supporting the banning tend to use peer pressure as their argument.
but how to explain?
peer pressure is just as simple as me being in a classroom where everybody else has tattoos and smokes and worships justin bieber and then i'm coerced into joining the fray, isn't it?
well, if you wanna score 70 in your speaks, then by all means go ahead and say it. oh, but please, if you have other arguments/points, deliver them first. analysis of peer pressure is a VERY WEAK one because the tendency of everybody when listening to the term "peer pressure" is "i already know what you gonna say, bub. just say something else."
well, that is, if what you're saying is soo common and doesn't surprise the audience whatsoever. anyway, here's how i explain peer pressure.
1. survivability instincts of not only humans, but ALL animals require us to adapt to our surroundings. remember darwin vs lamarck? (i dunno about your society, but in my community, the moment i say that term, darwin vs lamarck, everybody knows what i'm talking about. err... google it. darwin+lamarck+giraffe. images)
Biston betularia f. typica, the white-bodied peppered moth. WHITE. anyway, they used to be white prior to the industrial evolution. when factories bloomed, air pollution happened and the white ones become more visible to their predators. as more and more moths adapted and changed their bodies into black, they "blend" with the air pollution, making it more difficult (for the birds) to hunt. and leaving the (still) white ones vulnerable.
BUT, OI, THAT'S ADAPTING TO THE SITUATION. NOT TO THE PEERS.
well, interestingly enough, adaptation also occurs in more developed species as well as in a well developed environment. ask the marketing people (or pubdiv, or brokers). sri mulyani once said that everybody who is involved in economy must be able to detect the trend and follow the trend. USD and EUR graph is still at 5, but is walking upwards? time to buy, man. you don't buy them now, you'll lose yourself since you didn't "adapt" to the trend. oh nose, now they are at 44, what to do now?
OR. friendster and myspace. please do shove a corn up my ass if any of you are still mingling over there. what happened while 10 years ago we were still using them? a massive exodus from friendster to facebook. as more and more people move, we are subconsciously convinced to move along as well.
subconscious mind? yes. picture a scenario where you stopped at a traffic light. the red countdown timer (im not sure if this is the correct term) is still at its 90s, and then you start dawdling and daydreaming. just when you are thinking of what to have for dinner, suddenly cars in front of you and left and right to you started moving. you will subconsciously release the clutch and press the accelerate. LIGHT IS STILL RED, MAN. but you were daydreaming. so the subconscious took the better of you. because you don't want to be the only one left behind.
tell you what- in the lost world: jurassic park, the member of the rescue team who went to pee got left by his group, got lost, and got ultimately digested by compsognathi
Thursday, June 12, 2014
well, another one. last one for today.
balada kopertis coming soon, err... maybe.
anyway, "jibai la di ho liaw la, pang liaw la di.. suak2 khi liaw.. moso' lu uan cuan be rela mo'?"
"hey man, come on, let it go, do you really have to feel so bad when you lose?"
although i succeeded in persuading him to calm down,
shame i can't practice what i preach =(
even thinking about what could have been and what should have been. WHEN EATING.
i was not even enjoying the delicious in front of me. i wasn't feeling. at all. i was thinking.
had to remind myself for so many damn times to "don't think. feel."
oh well, world cup starting soon. now where's my popcorn?
anyway, "jibai la di ho liaw la, pang liaw la di.. suak2 khi liaw.. moso' lu uan cuan be rela mo'?"
"hey man, come on, let it go, do you really have to feel so bad when you lose?"
although i succeeded in persuading him to calm down,
shame i can't practice what i preach =(
even thinking about what could have been and what should have been. WHEN EATING.
i was not even enjoying the delicious in front of me. i wasn't feeling. at all. i was thinking.
had to remind myself for so many damn times to "don't think. feel."
oh well, world cup starting soon. now where's my popcorn?
im still a newb at this- motivation
i would like to cook a dish so delicious that it's impossible to feel sad when eating it
i would like to compose a music so nice that it's impossible to feel sad when listening to it
i would like to write a comedy so funny it's impossible to feel sad when digesting it
i would like to invent a puzzle so difficult it's impossible to feel sad when solving it
i would like to breed a pet so cute that it's impossible to feel sad when cuddling it
i would like to plant a flower so fragrant that it's impossible to feel sad when smelling it
i would like to produce a film so captivating that it's impossible to feel sad when watching it
i would like to create a game so interesting that it's impossible to feel sad when playing it
i would like to make a bed so comfortable that it's impossible to feel sad when lying on it
i would like to initiate a friendship so warm that it's impossible to feel sad when you're within it
i would like to conjure a love so strong that it's impossible to feel sad when you receive it
i would like to appreciate one's presence so well that it's impossible to feel sad when you're it
and i would like to establish a world so wonderful that it's impossible to feel sad when you live in it
and i would like to be a person so great that it's impossible to feel sad when you remember my name
you know why?
because i have ever been sad before
because i have ever experienced that (sadness)
and because i know how painful it was
for i am now an enemy of sadness
for i have vowed that i would bring happiness
.....
and just like god, you have to be perfect, like him.
but then again even the best needle is not sharp at both ends.
we struggle to achieve perfection by believing that practice makes perfect, and yet they say that nobody is perfect.
well, you see, it just means that there will always be room for improvement.
the moment you reach perfection, what available improvement is there for you?
it is the duty of us human beings to constantly improve ourselves, and yet at the same time, never reach perfection.
for that is the way of life.
i'm enjoying this game anyway; how about you?
.....
~kurotsuchi mayuri, bleach
~chinese proverb
~with a little editing
i would like to compose a music so nice that it's impossible to feel sad when listening to it
i would like to write a comedy so funny it's impossible to feel sad when digesting it
i would like to invent a puzzle so difficult it's impossible to feel sad when solving it
i would like to breed a pet so cute that it's impossible to feel sad when cuddling it
i would like to plant a flower so fragrant that it's impossible to feel sad when smelling it
i would like to produce a film so captivating that it's impossible to feel sad when watching it
i would like to create a game so interesting that it's impossible to feel sad when playing it
i would like to make a bed so comfortable that it's impossible to feel sad when lying on it
i would like to initiate a friendship so warm that it's impossible to feel sad when you're within it
i would like to conjure a love so strong that it's impossible to feel sad when you receive it
i would like to appreciate one's presence so well that it's impossible to feel sad when you're it
and i would like to establish a world so wonderful that it's impossible to feel sad when you live in it
and i would like to be a person so great that it's impossible to feel sad when you remember my name
you know why?
because i have ever been sad before
because i have ever experienced that (sadness)
and because i know how painful it was
for i am now an enemy of sadness
for i have vowed that i would bring happiness
.....
and just like god, you have to be perfect, like him.
but then again even the best needle is not sharp at both ends.
we struggle to achieve perfection by believing that practice makes perfect, and yet they say that nobody is perfect.
well, you see, it just means that there will always be room for improvement.
the moment you reach perfection, what available improvement is there for you?
it is the duty of us human beings to constantly improve ourselves, and yet at the same time, never reach perfection.
for that is the way of life.
i'm enjoying this game anyway; how about you?
.....
~kurotsuchi mayuri, bleach
~chinese proverb
~with a little editing
Tuesday, June 10, 2014
you can't grow up less you have been broken first
ah, this one intriguing comic (if you'd like a discussion, head over to http://imgur.com/user/Kubera/favorites/nO7vNhv and check out the comments section)
now i have ever been infatuated before (err... with a girl, yeah, wasn't aware of my being a bi back then). now i say infatuated, because i understand love- now. well, back then, little did i realize that even boys could even have that kind of heart racing sensation whenever i was close to her. she wasn't even- well, ok, she was exceptionally pretty, but i didn't have even the slightest desire to copulate with her. she had my admiration, and not my lust.
pretty weird feeling, huh? whilst girls kept on blaming guys that all we ever think about is sex, and yet (ok that's to some extent true- i do have that desire at times when i see a hot chick) i didn't have the lust.
back then i was not actually totally ignorant. or oblivious. or whatnot. i had my own standards. i also understood reality (that quote of mine "bukannya ga mau pacaran, melainkan sadar pendapatan"). but that feeling. kinda screwed up all my judgment. oh, and one more thing, i don't have that butterfly flying in your stomach feeling. do describe it to me, for those of you who have ever experienced it. i'm curious)
anyway, that was what i felt. of course my feeling made me break all the rules i had previously set. i started asking for her notes, then help with my homework, then her phone number. it had gotten to the point where we were exchanging messages, facebook pokes, smileys, and yeah, whatever, until..
<SHE> is in a relationship with <HIM>
well, ouch. so this is what it feels like, i thought. heartbroken? err... yeah, kinda. and maybe what they say about "boys don't cry" is actually true because i can testify for it. although at this point, i still haven't had that concept of "o sheet she's taken, gotta find another one now. shame. she's so good though" yet.
now although the frustration faded seconds after i saw her facebook status changed (yes, it really was THAT fast) the subsequent events kinda.. "shaped" me.
rereading old chats, seeing her name and photo in the "recent updates/stories", even going as far as stalking her boyfriend's account, well...
but that's not everything. months later, ...
<SHE> is now single
why was i happy? eh, no, wait, this is not happiness, actually. is this.. suspici
Subscribe to:
Posts (Atom)