mungkin kau anggap dia sudah binasa
tidak hadir, absennya alpa
mungkin kau kira dia tidak ada
tidak berbentuk, tidak beraga
mungkin kau pikir dia tidak nyata
belum sah, belum ber-apa-apa
tapi pikirkanlah dampaknya
sebuah akibat yang terasa
dikarenakan sebab yang berkuasa
kau mengabaikan hadirnya
meskipun dia adalah karena kau cipta
kau buat dan tinggalkan begitu saja
tidakkah pernah terdengar, sang suara?
suara takjub dan suara tawa
decak kagum dan ekslamasi, aa!!!
dari mereka, yang memuja
dan juga yang mencerca
iri dan cemburu pada mata
mereka yang tak bisa menyama
meniru, tapi tak pernah bisa serupa
inilah yang luput dari duga
bakatmu yang tak kau sangka
anakmulah sungguh berjaya
kau tanya kenapa?
anak mereka, tidak bernyawa
itulah jawabnya
itulah bedanya
wahai kau, sang pujangga
tidak seperti ciptamu, yang berkarsa!
anakmu! marak mereka bekerja!
desir mereka berhembus di dalam dada!
kau tanya lagi kenapa?
karena di dalam karya
terdapat jiwa
dan dua-duanya
dikau empunya